Info Honorer K2 2019, Info Guru Honorer, Info Guru Honorer 2019, Info Gaji Honorer 2019, Info Pengangkatan Honorer, Info Pengangkatan Honorer 2019, Info P3K Honorer, Info Honorer 2019 terbaru, Info Honorer non Kategori

Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT) di Bangli mendapat kabar gembira.

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT) di Bangli mendapat kabar gembira.

Setelah peningkatan upah tahun 2019 ini, hal yang sama akan kembali mereka rasakan tahun depan.

Bupati Bangli, I Made Gianyar mengatakan, tahun 2020, upah bulanan itu kembali dirancang meningkat menjadi Rp 2 juta.

Hal tersebut juga sempat diungkapkannya saat menghadiri acara audiensi dari DPR RI, Rieke Diah Pitaloka mengenai tenaga kontrak belum lama ini.

Terkait rencana kenaikan upah, Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu juga mengaku telah memerintahkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar kenaikan upah bisa diberlakukan pada tahun depan.

Gianyar menilai, peningkatan upah tujuannya untuk mensejahterakan para PTT dan GTT.

“Katanya guru itu kan masuk dalam tujuan negara di pembukaan alinea keempat, mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun orang yang harus mencerdaskan, hidupnya justru sulit. Sebab itu berketetapan pada tahun 2020, tenaga kontrak kami minimal gajinya Rp 2 juta. Sudah perintah itu,” tegasnya, Rabu (28/8/2019).

Untuk diketahui, pada tahun 2018, upah PTT dan GTT hanya sebesar Rp 990.427.

Tenaga kontrak berjumlah 1.794 orang dari 30 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut akhirnya bernapas lega.

Sebab oleh dewan, rancangan peningkatan upah akhirnya disetujui.

Sehingga pada tahun 2019, upah PTT dan GTT di Bangli menjadi Rp 1.250.000.

Made Gianyar tidak memungkiri rancangan upah sebesar Rp 2 juta, berbeda tipis dengan UMR Bangli sebesar Rp 2,1 juta.

Ia berharap, dengan usulan tersebut Dewan justru bisa menyetujui peningkatan upah minimal sesuai UMK Bangli yakni Rp 2,299 juta.

Kepala Bappeda Kabupaten Bangli, I Nyoman Widiana menjelaskan rencana kenaikan gaji sebelumnya, lantaran pemerintah daerah mengamini agar PTT maupun GTT masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Sedangkan iuran diambil dari jumlah tersebut.

“Sebelumnya sudah sempat naik untuk BPJS Kesehatan. Kamudian pada tahun 2019 kembali ditingkatkan untuk masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Namun dari kenaikan itu, juga ada peningkatan kesejahteraan. Di mana PTT dan GTT menerima upah bersih sekitar Rp 1 juta,” ucapnya kemarin.

Disinggung rencana Bupati Bangli untuk kembali meningkatkan upah PTT dan GTT, Widiana membenarkan ada rencana tersebut dan kini telah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2020.

Namun demikian, belum bisa dipastikan untuk naik dan tidaknya.

“Artinya belum tentu naik. Karena sampai saat ini kami pun belum mendengar ada rancangan naik untuk di APBD,” katanya.

Pembayaran upah PTT dan GTT dialokasikan dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di lain sisi, Widiana mengatakan bahwa peningkatan upah PTT dan GTT merupakan suatu kebijakan. “Kalau sudah kebijakan naik, ya kegiatan lainnya dikurangi," tandasnya.

Berita ini bersumber dari Tribun Bali.
Share:

Pesan Sponsor

Arsip Blog

Recent Posts

Statistik Blog