Info Honorer, Info ASN, Info PNS, Info PPPK, Info CPNS, Info Pegawai Non PNS, Info Pegawai Kontrak, Info PTT, Info GTT, Info Bidan PTT, Info THL-TBPP, Info CPNS Guru, Info Perangkat Desa.

PGRI Desak Pemerintah Angkat Guru Honorer jadi ASN

Sahabat pembaca info honorer, sudah tahukah anda bahwa Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendorong pemerintah agar mengutamakan guru honorer untuk diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). Pasalnya, guru honorer sudah mengabdi dan terbukti memenuhi beragam persyaratan, seperti mengantongi ijazah sarjana dan lolos sertifikasi pendidikan guru. Perekrutan menjadi ASN sangat penting untuk kesejahteraan dan perlindungan terhadap guru.

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi menuturkan, sekitar 46% guru masih berstatus honorer. Total guru se-Indonesia sekitar 1 juta orang. Menurut dia, pengangkatan menjadi ASN diharapkan mampu meningkatkan profesionalitas guru. "Profesionalisme guru belum sempurna, kesejahteraan dan perlindungan kepada guru juga belum sepenuhnya tercapai. Kami terus memperjuangkan tiga hal itu," ucap Unifah saat berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat 24 November 2017.

Unifah menuturkan, peningkatan kualitas guru bukan hanya dilihat dari sisi kesejahteraannya. Tetapi juga pembenahan sistem pendidikan nasional dari pemerintah. Menurut dia, kewajiban guru adalah terus belajar agar bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. "Tapi kami juga mohon perubahan itu tidak hanya guru tetapi semua pemangku kebijakan pusat dan daerah harus berubah mindsetnya bagaimana caranya melihat guru bukan sebagai objek tetapi pihak yang harus dilindungi," katanya.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, pada tahun depan pemerintah akan mempertimbangkan untuk merekrut guru baru, dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pemerintah juga mempertimbangkan merekrut sebanyak 2.992 guru honorer untuk menjadi ASN. "Nanti apakah mau bentuknya P3K atau ASN masih dibicarakan dengan kementerian dan lembaga terkait. Bersama KemenpanRB, Badan Kepegawaian Negara dan Kemendagri," kata Hamid

Hamid menjelaskan, para guru honorer itu pantas direktut karena sudah berusia hampir 33 tahun, mengantongi sertifikat pendidikan dan ijasah sarjana. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat, total guru honorer yang ada saat ini mencapai 732.833 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 383.609 guru mengantongi ijasah sarjana tapi belum lulus sertifikasi pendidikan guru, sedangkan sebanyak 349.224 guru honorer lainnya tidak pantas untuk diangkat menjadi PNS karena tak memenuhi syarat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Apartur Sipil Negara (ASN). "Guru P3K untuk ditempatkan di daerah terdepan, terluar dan terpencil," katanya.

HUT ke-72

Ziarah ke TMP Kalibata merupakan serangkaian kegiatan PGRI dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ke-72 yang tepat jatuh pada hari ini. Unifah menuturkan, apa yang dicita-citakan PGRI belum semuanya tercapai, terutama perihal kesejahteraan. "Memperjuangkan guru honorer menjadi pekerjaan rumah terbesar PGRI. Kesejahteraan guru bukan semata untuk guru, tapi juga untuk masa depan bangsa dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional," katanya.

Selain berziarah ke makam pahlawan, ratusan guru di bawah binaan PGRI juga nyekar ke makam beberapa tokoh guru. Di antaranya, makam mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus mantan mantan ketua umum PB PGRI Sumantri Brodjonegoro. Para guru tersebut juga berziarah ke makam mantan anggota MPRS RME Subiadinata dan mantan menteri agama Mochamad Dahlan, dan pahlawan revolusi Ahmad Yani.

"Dari rangkaian kegiatan ini, kami mengingatkan para guru untuk terus menghormati para pahlawan sehingga nanti bisa bercerita kepada siswa soal sejarah bangsa. Kegiatan lainnya sungguh banyak. Mulai lomba dari PGRI cabang kabulaten dan kota hingga provinsi dan nasional. HUT HGN ini berbarengan dengan HUT PGRI. Saya berharap guru terus berkarya dan meningkatkan solidaritas. Ikut bersama pemerintah melawan hoaks," katanya.

Berita ini bersumber dari Pikiran Rakyat.
Share:

Pesan Sponsor

Pesan Sponsor

loading...

Pesan Sponsor

Statistik Blog

Diberdayakan oleh Blogger.