Info Honorer, Info CPNS 2016 Terbaru, Info PPPK, Info Bidan PTT, Info ASN, Info Guru Honorer, Info GTT PTT, Info THL-TBPP 2016.

Senin, November 14, 2016

Kepastian DPR RI untuk merevisi UU ini diawal tahun 2017 dan tuntas pada maret 2016 memberikan kelegaan pada K2.

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Honorer Kategori 2 (K2) memang telah lama resah dengan tidak adanya pengangkatan 2 tahun terakhir, karena tidak lolos tes pada 2013.

Keberadaan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) belum menuntaskan permasalahan pengangkatan ataupun moratorium PNS.

Draft RUU ini telah disusun DPR RI sejak tahun lalu dengan berbagai masukan dari honorer. Sehingga nantinya berdampak pada honorer.

Kepastian DPR RI untuk merevisi UU ini diawal tahun 2017 dan tuntas pada maret 2016 tentunya memberikan kelegaan pada K2.

Khususnya honorer di bidang pendidikan yang bekerja di SMA/SMK di Surabaya per November ini belum mendapatkan gaji utuh, melainkan hanya 1/3 gajinya dengan melakukan pinjaman koperasi.

Lantaran imbas dari Undang-undang 23 tahun 2014 tentang pengalihan wewenang pengelolaan dari pemkot ke pemprov.

“Saya hanya digaji Rp 1 juta, itu juga pinjam koperasi untuk bulan November. Jadi kalau dengan revisi ASN saya bisa diangkat jadi tidak bingung gaji dari mana siapapun pengelola pendidikan,”ucap Setia Basuki (51), K2 Tata Usaha di SMAN 20 ketika ditemui di Kantor PGRI Jatim dalam konsolidasi honorer seJatim kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Minggu (13/11/2016).

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anaknya, pria yang 15 kali ikut tes PNS ini mengandalkan upah sebagai pengajar karate. Serta bekerja serabutan di lingkungan tempat tinggalnya.

Ketua Forum Honorer K2 (FHK2) Surabaya, Eko Mardiono mengungkapkan UU ASN merupakan payung hukum yang selama ini dipakai untuk pengangkatan honorer. Sehingga diperlukan revisi agar bisa mengatasi jumlah honorer yang mencapai 400.000.

“Revisi ini bukan pengubahan pasal, tetapi lebih pada tambahan. Tadi dari DPR RI sudah menyampaikan penambahannya terkait RUU ini,”terangnya.

Penambahan tersebut diantaranya penyelesaian tenaga honorer agar bisa diangkat secara tuntas. Kemudian tidak ada batasan usia dan diangkat bertahap sampai 2019. Jadi kami tidak mendesak 1 tahun tuntas, tetapi kami meminta 3 tahun,”ungkapnya.

Berita ini bersumber dari SURYA.
Share:

6 komentar:

  1. Angkat honorer k2 asli menjadi PNS yang berjumlah 297387 orang, yang telah di verifikasi dan validasi disertai surat pertanggung jawaban mutlak (SPTJM),agar tepat sasaran dan hanya untuk yang berhak saja, diangkat tanpa tes,tanpa melihat profesi pekerjaannya apakah teknis,administrasi,kesehatan,pendidikan, yang penting secara berkas atau seleksi administrasi lengkap. Dan pengangkatannya pun berdasarkan usia dan masa kerja yang diprioritas diangkat duluan, jika honorer k2 asli diangkat semua mungkin cukup 1 tahun kelar, tapi jika 440 000 orang atau dengan kata lain beserta yang bodong-bodong mungkin harus 3 tahun, sayang kan yang asli harus nunggu lama gara2 yang bodong.

    BalasHapus
  2. Angkat honorer k2 asli menjadi PNS tanpa tes, yg berjumlah 297387 orang agar tepat sasaran & diberikan pada yg berhak,dengan jumlah 297387 orang cukup 1 tahun atau paling lama 2 tahun pengangkatan menjadi PNS honorer k2 asli sudah kelar.

    BalasHapus
  3. Assalamualakum.wr.wb. alhamdulillah puji syukur kepada allah swt. Kami cukup lega dengan kabar revisi uu asn untuk mengangkat k2 jadi pns. Semoga bapak presiden, bp mentri dan BP DPR RI diberi kemudahan allah merealisasikannya....kami lebih semangan bekerja mendengar kabar ini. Semoga allah meridhoi.

    BalasHapus
  4. Kami betul2 berharap penuh kepda allah swt,melalui, Pak. Presiden RI, pak,Mentri dan Pang DPR RI agar mau memperhatikan nsib kami Honrer K2 asli. Tolong kami semua pak.

    BalasHapus
  5. Dari dulu hanya revisi2 uu dan katanya k2 mau diangkat bertahap tapi nyatanya hanya statmen2 belaka sehingga akan menjadi php.................

    BalasHapus
  6. Amin besar harapan kami untuk mensukseskan revisi UU ASN untuk K2

    BalasHapus

Facebook Page

Pesan Sponsor