Info Honorer, Info CPNS 2016 Terbaru, Info PPPK, Info Bidan PTT, Info ASN, Info Guru Honorer, Info GTT PTT, Info THL-TBPP 2016.

Sabtu, Oktober 22, 2016

Menko Polhukam tidak mau RPP ASN akan menciderai tenaga honorer

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa hingga saat ini belum ada Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan dari  UU No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur mendorong Menko Polhukam Jenderal TNI (Pur) Wiranto melakukan percepatan pengesahan Rancangan (RPP) ASN menjadi PP.

Pasalnya, PP tersebut sudah sangat dinantikan oleh masyarakat.

Ditemui usai berkoordinasi dengan Menko Polhukam di Kemenkopolhukam, Thamrin, Jakarta Pusat (Jakpus), kemarin (21/10), Asman menjelaskan bahwa pihaknya telah tuntas menyusun RPP tersebut hanya dalam waktu relatif singkat, yakni dua bulan. 

"Nah jadi saya laporkan agar segera beliau (Wiranto, Red) melakukan pengecekan akhir agar RPP ini dapat segera diajukan kepada presiden," kata Asman.

Asman menjelaskan, di dalam RPP tersebut diatur sejumlah poin penting. Yang paling utama yakni peningkatan kemampuan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dia menjelaskan bahwa ke depan, setiap PNS harus memiliki kemampuan khusus. Seperti misalnya menguasai IT.

Menurutnya hal tersebut sangat diperlukan oleh PNS untuk dapat menyesuaikan perkembangan teknologi yang sangat cepat, khususnya di dalam sektor pelayanan publik. 

"Kemampuan PNS yang kita miliki sekarang masih sebatas kemampuan administratif," ujarnya.

Asman melanjutkan, untuk menuju ke arah sana diperlukan sistem pelatihan khusus kepada PNS di seluruh kementerian. 

Nantinya, pelatihan penguasaan IT tersebut wajib diikuti oleh PNS selama kurun waktu tiga hingga enam bulan.

"Nanti secara reguler akan kami tingkatkan terus kemampuannya. Termasuk latihan IT. Karena semua berbasis IT. Nah jangan sampai ada pegawai yang tidak tahu soal IT," tuturnya.

Sementara itu, Wiranto mengatakan bahwa RPP ASN yang sedang dibahas tersebut tidak hanya fokus kepada peningkatan kualitas PNS, tapi juga soal status pegawai honorer di kantor-kantor pemerintahan.

"Ada wacana honorer diangkat jadi PNS. Itu mesti diteliti, tidak bisa sembarangan karena terkait dengan kompetensinya," terang Wiranto.

Mantan Panglima TNI tersebut juga mengatakan bahwa pemerintah juga memikirkan nasib para tenaga honorer. 

Dia tidak mau RPP tersebut akan menciderai tenaga honorer. "Kalau mereka diberhentikan mau dikemanakan. Jangan sampai rakyat merugi," ujarnya. 

Berita ini bersumber dari JPNN.
Share:

7 komentar:

  1. Assalam mualaikum wr wb. Honorer k2 adalah honorer yang telah bekerja belasan, 20 bahkan 35 tahun lebih dimana banyak pengabdian mereka diupah dengan tidak layak, ada yang diupah 150 ribu rupiah perbulan itu pun diberi 3 bulan sekali bahkan 6 bulan sekali jauh dari UMR, wajarlah bila kami dari honorer k2 memohon agar pemerintah mengadakan pemutihan bagi 440 ribu tenaga honorer k2, adapun anggaran untuk mengangkat honorer k2 adalah 23,8 trilliun atau sekitar 6-7 persen dari total anggaran belanja PNS Indonesia yang berjumlah 347,5 trilliun, jadi jika pemerintah bijaksana pemutihan terhadap honorer k2 bukanlah hal yang mustahil, dan masalah kebijakan penguasaan IT bagi honorer k2 jika mereka diangkat semua menjadi PNS bukanlah hal yang tak mungkin, jika mereka dididik dan dilatih pasti bisa, karena banyak juga diantara mereka ada yang sudah SI bahkan S2, karena banyak diantara mereka bekerja sambil kuliah. Oleh sebab itu kami honorer k2 mewakili HATI NURANI RAKYAT tolong angkat kami yang berjumlah 440 ribu, kami yakin pemerintah tak akan dirugikan dengan kebijakan pemutihan ini, karena honorer k2 sudah memiliki jam terbang atau pengalaman kerja belasan tahun, 20 tahun bahkan 35 tahun lebih, memang ada diantara mereka berpendidikan SLTA tapi banyak juga diantara mereka yang berpendidikan SI bahkan S2 tapi hal ini dapat ditutupi dengan pengalaman kerja tersebut, dan masalah penguasaan IT jika honorer k2 telah diangkat menjadi PNS beri mereka DIKLAT penguasaan IT, kami yakin dari 440 ribu honorer k2 sebahagian dari mereka sudah ada yang menguasai IT walau tanpa diklat karena sebagian dari mereka mendapat pengetahuan secara otodidak dari pengalaman di dunia kerja maupun pendidikan formal dari bidang akademi mereka masing-masing, jadi tidak ada yang mustahil bagi pemerintah untuk mengangkat 440 ribu honorer k2 menjadi PNS jika pemerintah bijaksana, setiap ada niat baik Insya Allah pasti ada jalan.

    BalasHapus
  2. mohon di tuntaskan dulu soal nasib tenaga honorer mkasih

    BalasHapus
  3. Sudah lama ditunggu, mau sampai kapan hk2 menjadi honorer. Usia makin bertambah kami lelah pak.

    BalasHapus
  4. Pak menpan dan pak menpolhukam yg saya hormati,klu menurut saya bukan karna k2,lama mengabdi saja jadi patokan untuk di angkat asn,tapi lihat juga dari segi resiko kerja,jam kerja juga harus di perhatikan juga pak,kami mm bukan dari k2,tp kerja kami dalam seminggu 7hari kerja,dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore,klu hari lebaran pasti kami bekerja sampai jam 3 dini hari,apa kami tak berhak juga di angkat ana pak,salam dari saya mulya honorer dishub prov riau di upt penyeberangan wil.1,mohon pengertian bapak,terima kasih

    BalasHapus
  5. Sy memang tdk pegawai honorer pak tapi melihat beliau2 ini sungguh luar biasa jasa mereka, Kadang mereka lupa berapa mereka digaji demi Anak didiknya agar bisa baca tulis bahkan mereka kadang rela memberikan hadiah yg yg tak seberapa nilainya agar anak didiknya termotifasi tuk lebih belajar giat... Apakah beliau2 ini belum pantas pak mendapat imbalan yg layak...

    BalasHapus
  6. Umur km bertambah terus pak menteri,tolong km yg benar2 yg dr k1 dilempar ke k2,skr bagaimn lg nasi kmi pak tolonglah utk segera mengangkat kami yg memang bener2 kerja utk diangkat.trima kasih

    BalasHapus
  7. Ya Allah kami hanya memohon darimu pengabdian hamba tulus dan ikhlas 17 th kami mengabdi di negeri tempat hamba hidup Indonesia,smoga engkau turunkan anugrah untuk honor k2 kini usiakupun sudah 44 th lebih hamba pasrahdg nasib ini tp ttp trz semangat hingga tak bernafas lag,sejahteralah INDONESIAKU JAYALAH NEGERIKU APAPUN AKU KAU INDONESIAKU YANG TERAMAT INDAH

    BalasHapus

Facebook Page

Pesan Sponsor