Minggu, 21 September 2014

UPDATE PENETAPAN NIP HONORER K2 TA 2013 - 2014 KEADAAN : 15/09/2014 08:06:20

UPDATE PENETAPAN NIP HONORER K2 TA 2014
BERDASARKAN SAPK PER 15 SEPTEMBER 2014... http://fb.me/47xTTY6l9

UPDATE PENETAPAN NIP HONORER K2 TA 2013
BERDASARKAN SAPK PER 15 SEPTEMBER 2014... http://fb.me/38Qjir3x7

Sumber Berita : Twitter BKN RI


Kamis, 18 September 2014

FHI menganggap Daerah tidak serius menjalankan instruksi Kemenpan-RB tentang Penyampaian Kelengkapan Data Tenaga Honorer K2 yang belum lulus seleksi

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Sekjend Dewan Presidium Forum Honorer Indonesia (FHI) Pusat Eko Imam Suryanto, sangat menyesalkan sikap Pemerintah Daerah yang sampai saat ini belum menindaklanjuti Surat Kemenpan-RB tentang verifikasi dan validasi (verval) dan pendataan bagi Honorer K2 yang belum lulus tes.

"Banyak dari Pemerintah Daerah sampai saat ini belum melaporkan data hasil verval dari Tenaga Honorer K2 yang belum lulus. FHI menganggap Daerah tidak serius dalam menangani dan menjalankan instruksi Kemenpan-RB," ujar Eko dalam keterangannya kepada koran ini kemarin.

Yang dimaksud adalah Surat Kemenpan-RB Nomor B/3012/M.PAN.RB/08/2014 tanggal 8 Agustus 2014 yg ditujukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian di daerah.

"Isinya jelas yaitu meminta Penyampaian Kelengkapan Data Tenaga Honorer K2 yang belum lulus seleksi. Dalam kenyataannya masih banyak daerah yang belum mengirimkan hal tersebut," kata dia.

Dia mengatakan, hal ini membuat resah para honorer K2 yang tidak lulus tes. Padahal, lanjutnya, data inilah yang ditunggu oleh Pemerintah Pusat untuk dijadikan dasar penyelesaian nasib mereka.

"Untuk itu FHI meminta agar Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenpan-RB membuat sanksi yang jelas dan tegas terkait daerah daerah yang tidak mengikuti atau mengindahkan instruksi tersebut, sehingga ada efek jera bagi daerah untuk serius menangani nasib kawan kawan Honorer K2 yang belum lulus," ucapnya.

Berita ini bersumber dari JPNN.

Selasa, 16 September 2014

100 Honorer Pemkab Majene Terima NIP

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa sejumlah honorer kategori dua (K2) Pemkab Majene yang lolos seleksi CPNS 2013 sudah bisa bernapas lega. Setidaknya, bagi 100 honorer. Mereka segera mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menerbitkan 100 lebih NIP untuk CPNS Pemkab Majene dari jalur honorer. Setelah mendapatkan SK dan NIP, mereka berhak mendapatkan gaji sesuai golongan dan kepangkatan di dalam SK, meski masih 80 persen.

Berita ini bersumber dari Fajar Online.

Solusi Data Invalid Saat Melakukan pendaftaran CPNS 2014

Sahabat pembaca Info Pengadaan CPNS, sudah tahukah anda bahwa sejumlah masalah yang ditemukan para pelamar terus bergulir mewarnai pendaftaran CPNS 2014. Salah satu permasalahan utama para pelamar usai melakukan pendaftaran CPNS 2014 adalah munculnya keterangan data invalid atau data tidak ditemukan.

Munculnya keterangan data tidak sesuai dengan KTP juga menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi para pendaftar CPNS 2014.

Mengutip keterangan yang diterima Liputan6.com dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Selasa (16/9/2014), saat keterangan kekeliruan data tersebut muncul, para pelamar CPNS 2014 dianjurkan untuk tetap terus mencoba memasukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan).

Jika telah beberapa kali dicoba tetapi data pelamar masih tidak ditemukan, sebaiknya pendaftar mencoba menggunakan NIK yang tertera di Kartu Keluarga (KK). Pasalnya, di beberapa kasus, NIK yang tertulis di KTP berbeda dengan yang tercatat di KK.

Solusi berikutnya yang disuguhkan panitia seleksi nasional (Panselnas) untuk permasalahan data tersebut adalah dengan melapor ke kelurahan yang menerbitkan KTP. Pihak kelurahan nantinya akan memeriksa akurasi data pendaftar CPNS 2014.

Terakhir jika masih mengalami kesulitan yang sama, pendaftar CPNS 2014 dapat mengirimkan email pengaduan ke alamat panselnas@menpan.go.id. Isi subjek email dengan `pengaduan permasalahan NIK` dan melampirkan scan KTP serta ijazah/akta kelahiran.

Panduan untuk melakukan pengaduan berbagai masalah CPNS 2014 dapat diakses di situs panselnas.menpan.go.id. 

Berita ini bersumber dari Liputan6.

Senin, 15 September 2014

Uji Publik Usai, 277 Tenaga Honorer Kabupaten Klaten Lengkapi Berkas

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa selama uji publik yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten pada Kamis-Selasa (4-9/9/2014), ada 277 orang tenaga honorer kategori dua (K2) yang melengkapi berkasnya. Mereka merupakan bagian dari 435 orang tenaga honorer K2 yang yang tidak diyakini kebenaran datanya.

“Pada verifikasi terakhir sebelum dilakukan uji publik, berkas dari 435 orang tenaga honorer K2 yang lolos seleksi CPNS [calon pegawai negeri sipil] 2013 lalu tidak diyakini kebenarannya. Saat uji publik, kami memberi kesempatan kepada mereka untuk membuktikan bahwa dokumen yang dikumpulkan benar-benar valid,” kata Kepala BKD Klaten, Cahyo Dwi Setyanta, kepada wartawan akhir pekan lalu.

Pembuktian tersebut, lanjut dia, berupa pencarian data pendukung untuk membuktikan keabsahan dokumen. Setelah empat hari uji publik, dari 435 tenaga honorer yang diberi kesempatan, ada 277 orang yang melengkapi berkas. BKD lalu menindaklanjuti dengan melakukan verifikasi ulang terhadap dokumen yang telah dikumpulkan tersebut.

“Kami berupaya sebelum akhir bulan ini, verifikasi sudah selesai dilakukan dan dapat ditentukan dokumen mana yang valid dan mana yang dimanipulasi. Kami memang harus teliti karena ada beberapa temuan yang meragukan. Misalnya, ada perbedaan bentuk tulisan tangan pada buku agenda sekolah, padahal waktu dan kegiatannya sama. Selain itu, ada daftar absensi yang dibuat baru, tetapi tanggal dan tahunnya ditulis beberapa tahun lalu,” tuturnya.

Cahyo menambahkan temuan data hasil verifikasi tersebut tetap disampaikan ke Bupati Klaten untuk disikapi, sehingga tenaga honorer K2 yang akan ditetapkan menjadi PNS sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat. Ia pun berharap para tenaga honorer tersebut bisa sabar menjalani proses yang cukup panjang tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Sartiyasto, mengatakan saat proses verifikasi dan validasi yang dilakukan tim dari Pemkab Klaten memunculkan banyak tekanan dari berbagai pihak. Bahkan, pejabat Eselon II juga ada yang melakukan intervensi agar orang yang mereka bawa dapat lolos dalam tahapan selanjutnya.

“Saya tidak hanya mendapat laporan dari para tenaga honorer, tetapi juga sejumlah pihak yang protes dengan uji publik ini. Tapi, saya percaya dengan tim verifikasi sehingga tenaga honorer yang akan diangkat menjadi PNS adalah yang sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat. Saya pun meminta kepada tim untuk tetap bekerja profesional dan jangan terganggu dengan kepentingan pribadi pejabat tertentu,” imbuhnya.

Berita ini bersumber dari Solopos.

Sabtu, 13 September 2014

Persaingan Menjadi CPNS Berlangsung Ketat Namun Fair

Sahabat embaca Info Pengadaan CPNS, sudah tahukah anda bahwa syarat untuk mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) saat ini sangat mudah tetapi untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sangat sulit karena ketatnya persaingan yang fair dengan jutaan peserta CPNS. Ungkapan ini tentu bukan tanpa dasar dimana dua minggu setelah pendaftaran di buka, ada sekitar 5 Juta lebih pelamar yang mengunjungi websiteSSCN BKN arahan ini diutarakan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno dalam sambutan Rapat Koordinasi (Rakor) Kec. Ciawi Saba Desa Wakil Bupati Bogor yang Bertempat di Gd. Pusat Pengembangan (Pusbang) Aparatur Sipil Negara (ASN) Ciawi Kab. Bogor kamis (11/09), hadir dalam Rakor tersebut Wakil Bupati Bogor beserta para Satuan Perangkat Daerah (SKPD) sekabupaten Bogor.

Eko Sutrisno Menjabarkan saat ini pemerintah membuka Formasi 100 ribu CPNS dimana alokasi penempatan sebanyak 35 ribu CPNS untuk instansi pusat dan 65 ribu CPNS untuk instansi daerah. ‘Pemerintah mempermudah proses pendaftaran CPNS melalui sistem online, sehingga para peserta cukup mendaftar dari rumah dengan mengupload Nomor induk kependudukan (NIK) di website Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS tanpa direpotkan dengan persyaratan administrasi seperti kartu kuning, SKCK Surat Keterangan bebas Narkoba dan lain-lain sampai peserta dinyatakan lulus seleksi.

Untuk menjamin rekrutmen CPNS yang anti Korupsi, Kolusi Nepotisme (KKN) tersebut pemerintah telah menyiapkan sistem komputerisasi atau yang lebih dikenal dengan Computer Assistes Test (CAT) BKN dengan melibatkan 12 Kantor Regional BKN serta bekerjasama dengan menggunakan fasilitas Uji Komptensi Guru (UKG) di Kabupaten/Kota yang tidak ada Kantor Regional (Kanreg) BKN

Dengan sistem CAT BKN diharapakan Pemerintah bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam penerimaan CPNS kepada pemerintah dan dunia pendidikan. Dimana pelamar CPNS dapat bersaing secara fair dan yakin akan kemampuan dirinya sehingga image titip-menitip yang selama ini beredar di masyarakat dapat terkikis dengan sendirinya.

Dalam kesempatan ini Eko juga mengajak kepada para PNS untuk selalu bersyukur dengan cara bekerja sungguh-sungguh dan meninggalkan sifat bermalas-malas mengingat sekarang ini, untuk menjadi seorang PNS sangatlah sulit karena harus bersaing dengan jutaan pelamar yang tentunya tidak semudah seperti dizaman dahulu

Berita ini bersumber dari BKN.

Jumat, 12 September 2014

Honorer K2 Kabupaten Banggai yang Dinyatakan Gugur Masih Dijanjikan Lulus

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah akan membagi honorer K2 dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok 475 yang baru saja diumumkan lolos verifikasi faktual. Sementara sisanya, sebanyak 203 honorer K2 yang gugur akan diverifikasi kembali dan masuk dalam kelompok ke dua.

Kepala BKD Kabupaten Banggai Syamsulridjal Poma yang memberikan keterangan saat pelaksanaan rapat bersama DPRD Kabupaten Banggai menjelaskan, pengumuman honorer K2 yang sebanyak 476 orang telah disanggah oleh sejumlah pihak. Katanya, ada 4 sanggahan yang masuk ke BKD, terkait dengan pengumuman 476 tersebut, kemudian BKD melakukan proses atas gugatan tersebut.

Karena tiga gugatan ditarik sehingga hanya satu yang ditindak lanjuti dan sudah digugurkan oleh BKD. "Jadi sekarang tinggal 475 orang, karena satu kami sudah gugurkan," katanya.

Dijelaskan, untuk honorer K2 yang sebanyak 475 orang itu sudah akan diproses pengajuan NIP ke BKN. Namun bukan berarti yang sebanyak 203 honorer K2 yang dinyatakan gugur dari proses verifikasi tidak diproses lagi oleh BKD.

Kata Syamsulridjal, honorer K2 yang sebanyak 475 akan diproses lebih dulu, lalu kemudian yang sebanyak 203 di proses kemudian. Karena yang jelas, total seluruhnya harus sebanyak 679 orang, sebagaimana kuota dari BKN untuk Kabupaten Banggai. Kata dia, meski diproses pada dua tahap namun pengajuan SK TMT tetap akan diupayakan pada 1 Oktober 2014.

Jadi biar diproses dua tahap, namun TMT sama sama 1 oktober 2014. Namun kata dia, untuk 203 honorer K2 tidak bisa dipastikan lolos seluruhnya, karena masih akan melalui proses seleksi dan verifikasi kembali.

"Yang jelas dari 203 orang itu akan ada yang lulus, namun untuk lulus seluruhnya itu tidak mungkin, karena kita masih akan melakukan verifikasi," kata Syamsulridjal.

Berita ini bersumber dari JPNN.

Petunjuk Pengoperasian Sistem Ujian CAT CPNS Online

Sahabat pembaca Info Pengadaan CPNS, sudah tahukah anda bahwa tahun ini, sistem penerimaan CPNS memakai sistem online, baik dari proses pendaftaran hingga ujiannya. Untuk ujian CPNS, pemerintah memperkenalkan sistem CAT (Computer Assisted Test) yakni tes melalui komputer yang terintegrasi. Sistem ini jelas sangat berbeda dengan penerimaan CPNS tahun-tahun sebelumnya yang memakai sistem ujian tulis.

Ujian CAT CPNS 2014 diprediksi akan dilakukan sekitar akhir September atau awal Oktober 2014. Hal ini seperti seperti yang dilansir laman resmi panselnas.menpan.go.id, Herman Suryatman menyatakan bahwa masa pelaksanaan tes akan dilakukan secara bertahap mulai akhir September atau Awal Oktober 2014.

Perkiraan masa dimulainya pelaksanaan tes CPNS 2014 tersebut berdasarkan prediksi masa berakhirnya pendaftaran online antara akhir September atau awal Oktober mendatang. Seperti juga yang sudah diumumkan bahwa untuk proses pendaftaran sampai nanti ujian perinstansi memiliki waktu yang berbeda-beda.

Sementara itu, seperti dilansir dari JPNN, panitia seleksi nasional (panselnas) melaporkan infrastruktur untuk ujian online itu sudah siap digunakan.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Herman Suryatman mengatakan, infrastruktur untuk CAT disiapkan banyak pihak. “Laporan dari tim IT Panselnas, peralatan untuk CAT sudah siap digunakan,” katanya di Jakarta, Minggu (7/9).

Herman mengatakan fasilitas CAT yang pertama disiapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Baik yang ada di BKN kantor pusat atau yang tersebar di 12 kantor regional,” tuturnya. Khusus di kantor pusat BKN, setidaknya sudah disiapkan 100 unit komputer (client) untuk di pakai peserta ujian CPNS.

Rata-rata setiap sesi ujian berdurasi sekitar 90 menit. Dengan pekiraan diselingi istirahat selama 30 menit, dalam seharis bisa digelar hingga lima kali sesi tes CAT. Banyak sesi ujian dalam sehari ini, bisa memudahkan penjadwalan tes yang bakal diikuti ribuan pelamar.

Meskipun baru tahun ini dilakukan secara menyeluruh, Herman optimis tes CPNS dengan sistem CAT berjalan lancar. Dengan sistem ini, bisa dihemat pengeluaran untuk pengadaan soal ujian berbasi lembar jawaban komputer (LJK).

Nah, untuk yang masih bingung masalah ujian dengan Sistem CAT ini, petunjuk Pengoperasian Sistem Ujian CAT CPNS Online bisa dilihat DISINI.

Berita ini bersumber dari iBerita.

PGRI Meminta Pemerintah Standarkan Gaji Guru Honorer

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa untuk meningkatakan kualitas guru khususnya guru honorer, pemeriantah diminta untuk melakukan standarisasi gaji guru honorer. Minimal guru honorer digaji dengan standar upah minimum Kabupaten/Kota (UMK). Dengan demikian guru honorer bisa memiliki pendapatan yang lebih layak. Demikian ditegaskan Ketua Umum PB PGRI Dr Sulistyo kepada wartawan di Semarang, Kamis (11/09/2014).

Peluncuran program akses teknologi untuk guru, bekerjasama dengan Spektra dan Intel. Sekarang ini menurut Sulistyo, gaji guru honorer sangat tidak manusiawi. Setiap bulannya guru honorer hanya menerima honor Rp 300 ribu. Bahkan banyak yang di bawah Rp 300ribu.

Dengan honor yang tidak layak tersebut menurut Sulistyo, sulit bagi pemerintah maupoun PGRI untuk bisa meningkatkan kualitas mereka. Untuk meningkatkan kualitas guru dibutuhkan biaya cukup besar, karena guru harus dikenalkan dengan teknologi.“Pemerintah harus melakukan standarisasi gaji untuk guru honorer. Dengan menggunakan anggaran pemerintah, honor guru honorer baik dia sekolah negeri maupuin di swasta harus ditingkatkan setidaknya menggunakan standar UMK,” tegas Sulistyo.

Standarisasi gaji guru honorer penting karena baik pemerintah maupuin PGRI memiliki program untuk meningkatkan kualitas mengajar guru, dan memperkenalkan guru dengan teknologi informasi seperti internet. Padahal untuk pengadaan komputer membutuhkan biaya cukup besar.

Presiden Direktur (Presdir) PT Astra Multi Finance (Sepktra) Darmawan Tirjayasa mengatakan, Spektra menyambut baik kolaborasi antara PGRI dengan pihak intel untuk menghadirkan program komputer dan tabelt untuk anggota PGRI. Spektra siap untuk membiayai pengadaan komputer dan tablet untuk guru dengan sistem kredit murah.

Directur Marketing Intel Indonesia Hermawan Sutanto mengatakan, intel memiliki komitmen untuk meningkatkan dengan memperluas akses teknologi komputer khususnya untuk kalangan guru di Indonesia. “Kami mendorong adopsi teknologi, mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pendidikan, dan membuat teknologi lebih mudah diakses dan terjangkau untuk seluruh rakyat Indonesia,” tutur Hermawan.

Berita ini bersumber dari KRJogja.