Banner728x90

Sabtu, 28 Februari 2015

Honorer Eks K2 diwajibkan dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing

Sahaabt pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa menurut Menteri PANRB, Yuddy Chrisnandi, untuk mengangkat tenaga honorer menjadi PNS harus tetap melalui tes. Namun, akan ada prioritas bagi honorer K2 yang berusia diatas 35 tahun. "Prinsipnya harus tetap ada tes karena ada aturannya berdasarkan UU ASN. Sebagian besar honorer K2 ini usianya di atas 35 tahun, karena itu kita prioritaskan yang ikut tes adalah yang usianya diatas 35 tahun," kata Yuddy.

Yuddy mengatakan, rencananya tes untuk honorer Eks K2 ini akan dilaksanakan pertengahan tahun 2015. Menurutnya, tes dilakukan secara serentak agar tidak ada kesempatan untuk melakukan manipulasi. Selain itu, honorer Eks K2 juga diwajibkan dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing.

Yuddy juga menegaskan mengenai status dari kurang lebih 80 ribu orang yang lulus seleksi CPNS dari jalur K2 yang belum dilakukan pemberkasan di BKN karena tidak dilengkapi SPTJM atau tidak memenuhi persyaratan administrasi, akan dibatalkan. "Kekosongan formasi tersebut diproyeksikan untuk diisi Eks K2 asli yang akan mengikuti tes nanti," kata Yuddy. Yuddy berharap dengan adanya kebijakan ini maka seluruh persoalan honorer K2 bisa selesai di akhir tahun 2015.

Berita ini bersumber dari Kementerian PAN-RB.

Honorer K2 Berharap Hanya dites administrasi untuk bisa diangkat CPNS

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa para tenaga honorer kategori dua (K2) merasa ada peluang besar mereka diangkat menjadi CPNS.

Meski diakui, masih ada perbedaan sikap. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi tetap bersikukuh honorer K2 harus ikut tes untuk bisa diangkat CPNS. Sementara, honorer K2 maunya tanpa tes.

Meski belum ada titik temu, namun Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih optimis akan diperoleh solusi terbaik bagi mereka. Terlebih honorer K2 sudah pernah dites.

Berita ini bersumber dari JPNN.

Hanya yang lulus tes kompetensi dasar (TKD) yang bisa diangkat CPNS

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa ratusan ribu honorer kategori dua (K2) yang tidak lulus tes diminta mulai menyiapkan diri untuk menghadapi tes CPNS. Nantinya, hanya yang lulus tes kompetensi dasar (TKD) yang bisa diangkat CPNS.

"Ini tesnya masih beberapa bulan lagi, jadi masih ada waktu. Bagi teman-teman honorer K2 gunakan waktu untuk belajar," saran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi dalam dialog dengan honorer K2 di kantornya, Jakarta, Kamis (26/2).

Dia memastikan, tidak ada jual beli kursi CPNS. Sebab semuanya menggunakan sistem yang transparan.

"Kalau ada yang nawarin satu kursi sekian puluh juta, itu tidak benar. Jika di lapangan ada yang berani jualan kursi CPNS, silakan laporkan ke saya disertai bukti otentik akan kami tindaklanjuti," tegasnya.

Berita ini bersumber dari JPNN.

Jumat, 27 Februari 2015

Kekosongan formasi dari jalur K2 yang belum dilakukan pemberkasan di BKN diproyeksikan untuk diisi Eks K2 asli yang akan mengikuti tes nanti

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Menteri PANRB, Yuddy Chrisnandi mengatakan, rencananya tes untuk honorer Eks K2 ini akan dilaksanakan pertengahan tahun 2015. Menurutnya, tes dilakukan secara serentak agar tidak ada kesempatan untuk melakukan manipulasi. Selain itu, honorer Eks K2 juga diwajibkan dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing.

Yuddy juga menegaskan mengenai status dari kurang lebih 80 ribu orang yang lulus seleksi CPNS dari jalur K2 yang belum dilakukan pemberkasan di BKN karena tidak dilengkapi SPTJM atau tidak memenuhi persyaratan administrasi, akan dibatalkan. "Kekosongan formasi tersebut diproyeksikan untuk diisi Eks K2 asli yang akan mengikuti tes nanti," kata Yuddy. Yuddy berharap dengan adanya kebijakan ini maka seluruh persoalan honorer K2 bisa selesai di akhir tahun 2015.

Berita ini bersumber dari Kementerian PAN-RB.

Kamis, 26 Februari 2015

Tes untuk honorer Eks K2 direncanakan akan dilakukan secara serentak pada pertengahan tahun 2015 agar tidak ada kesempatan untuk melakukan manipulasi

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memberi kesempatan kembali untuk tenaga honorer K2 yang memenuhi persyaratan tetapi belum lulus (Eks K2) untuk tes menjadi pegawai negeri sipil. Jumlahnya tidak akan lebih dari 456 ribu, bahkan mungkin kurang. Hal itu diungkapkan Menteri PANRB, Yuddy Chrisnandi saat menerima perwakilan honorer K2 di kantornya, Jakarta, Kamis (26/2).
"Kalau merujuk kepada ketentuan sebagaimana diatur dalam PP 48/2005, PP 43/2007, dan PP 56/2012, persoalan K2 itu sudah selesai. Tetapi kami melihat realitanya saat ini masih menyisakan persoalan, di sisi lain banyak aspirasi yang perlu diperhatikan, karena itu kami sedang merumuskan solusinya," kata Yuddy.
Menurut Yuddy, untuk mengangkat tenaga honorer menjadi PNS harus tetap melalui tes. Namun, akan ada prioritas bagi honorer K2 yang berusia diatas 35 tahun. "Prinsipnya harus tetap ada tes karena ada aturannya berdasarkan UU ASN. Sebagian besar honorer K2 ini usianya di atas 35 tahun, karena itu kita prioritaskan yang ikut tes adalah yang usianya diatas 35 tahun," kata Yuddy.
Yuddy mengatakan, rencananya tes untuk honorer Eks K2 ini akan dilaksanakan pertengahan tahun 2015. Menurutnya, tes dilakukan secara serentak agar tidak ada kesempatan untuk melakukan manipulasi. Selain itu, honorer Eks K2 juga diwajibkan dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing.
Yuddy juga menegaskan mengenai status dari kurang lebih 80 ribu orang yang lulus seleksi CPNS dari jalur K2 yang belum dilakukan pemberkasan di BKN karena tidak dilengkapi SPTJM atau tidak memenuhi persyaratan administrasi, akan dibatalkan. "Kekosongan formasi tersebut diproyeksikan untuk diisi Eks K2 asli yang akan mengikuti tes nanti," kata Yuddy. Yuddy berharap dengan adanya kebijakan ini maka seluruh persoalan honorer K2 bisa selesai di akhir tahun 2015.
Menanggapi hal tersebut, Titin yang merupakan ketua Forum Honorer K2 Indonesia mengatakan menerima putusan Menteri PANRB tersebut. Namun, dia meminta agar Menteri bisa mempertimbangkan jika ada honorer K2 asli yang kembali tidak lulus saat ujian nanti. "Kalau tidak lulus lagi mau diapakan honorer ini? Mohon itu menjadi bahan pertimbangan pak Menteri," kata Titi.
Yuddy mengatakan akan mempertimbangkan semua aspirasi tersebut. Walaupun tentu keputusannya nanti tidak akan disukai semua pihak. "Setiap keputusan yang dibuat memang tidak sepenuhnya disukai semua pihak, tetapi kalau itu baik,  maka saya akan tetap melakukannya," kata Yuddy.
Berita ini bersumber dari Kementerian PAN-RB

Honorer Eks K2 Diberi Kesempatan Ikut Tes Lagi

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memberi kesempatan kembali untuk tenaga honorer K2 yang memenuhi persyaratan tetapi belum lulus (Eks K2) untuk tes menjadi pegawai negeri sipil. Jumlahnya tidak akan lebih dari 456 ribu, bahkan mungkin kurang. Hal itu diungkapkan Menteri PANRB, Yuddy Chrisnandi saat menerima perwakilan honorer K2 di kantornya, Jakarta, Kamis (26/2).
"Kalau merujuk kepada ketentuan sebagaimana diatur dalam PP 48/2005, PP 43/2007, dan PP 56/2012, persoalan K2 itu sudah selesai. Tetapi kami melihat realitanya saat ini masih menyisakan persoalan, di sisi lain banyak aspirasi yang perlu diperhatikan, karena itu kami sedang merumuskan solusinya," kata Yuddy.
Menurut Yuddy, untuk mengangkat tenaga honorer menjadi PNS harus tetap melalui tes. Namun, akan ada prioritas bagi honorer K2 yang berusia diatas 35 tahun. "Prinsipnya harus tetap ada tes karena ada aturannya berdasarkan UU ASN. Sebagian besar honorer K2 ini usianya di atas 35 tahun, karena itu kita prioritaskan yang ikut tes adalah yang usianya diatas 35 tahun," kata Yuddy.
Yuddy mengatakan, rencananya tes untuk honorer Eks K2 ini akan dilaksanakan pertengahan tahun 2015. Menurutnya, tes dilakukan secara serentak agar tidak ada kesempatan untuk melakukan manipulasi. Selain itu, honorer Eks K2 juga diwajibkan dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing.
Yuddy juga menegaskan mengenai status dari kurang lebih 80 ribu orang yang lulus seleksi CPNS dari jalur K2 yang belum dilakukan pemberkasan di BKN karena tidak dilengkapi SPTJM atau tidak memenuhi persyaratan administrasi, akan dibatalkan. "Kekosongan formasi tersebut diproyeksikan untuk diisi Eks K2 asli yang akan mengikuti tes nanti," kata Yuddy. Yuddy berharap dengan adanya kebijakan ini maka seluruh persoalan honorer K2 bisa selesai di akhir tahun 2015.
Menanggapi hal tersebut, Titin yang merupakan ketua Forum Honorer K2 Indonesia mengatakan menerima putusan Menteri PANRB tersebut. Namun, dia meminta agar Menteri bisa mempertimbangkan jika ada honorer K2 asli yang kembali tidak lulus saat ujian nanti. "Kalau tidak lulus lagi mau diapakan honorer ini? Mohon itu menjadi bahan pertimbangan pak Menteri," kata Titi.
Yuddy mengatakan akan mempertimbangkan semua aspirasi tersebut. Walaupun tentu keputusannya nanti tidak akan disukai semua pihak. "Setiap keputusan yang dibuat memang tidak sepenuhnya disukai semua pihak, tetapi kalau itu baik,  maka saya akan tetap melakukannya," kata Yuddy.
Berita ini bersumber dari Kementerian PAN RB

Pemerintah akan menggelar seleksi CPNS dari honorer kategori dua (K2) pada pertengahan tahun ini

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah akan menggelar seleksi CPNS dari honorer kategori dua (K2) pada pertengahan tahun ini. Rencananya, tes akan dilakukan serentak dan dikhususkan hanya untuk honorer K2 yang tidak lulus pada seleksi 2013 silam.

"Masih akan kita bahas lagi apakah tesnya pakai sistem apa. Yang jelas, tes CPNS untuk K2 dimulai pertengahan 2015," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi di kantornya, Kamis (29/2).

Yuddy menjelaskan, peserta tes khusus untuk honorer K2 yang pernah ikut tes pada November 2013 lalu saja. Pada 3 November 2013, sekitar 605 ribu honorer K2 ikut tes, namun yang lulus tes hanya 208 ribu.

"Jadi ada sekitar 400 ribu lebih honorer K2 yang pernah ikut tes saja yang akan ikut tes nanti. Di luar itu tidak bisa ikut tes karena dianggap palsu," tegasnya.

Untuk mencegah masuknya honorer K2 yang tidak berhak mengikuti tes, Yuddy akan menjadikan data hasil verifikasi dan validasi (verval) maupun surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) sebagai syarat ikut tes. Tanpa verval dan SPTJM, honorer K2 tidak berhak ikut tes.

"Kita punya database keberadaan honorer K2 yang ikut tes pada 2013. Jadi pejabat pembina kepegawaian tidak boleh main-main data lagi. SPTJM kita butuhkan sebagai bukti kalau yang bersangkutan adalah honorer K2 asli," tegasnya.

Berita ini bersumber dari JPNN.