Info Honorer K2 2019, Info Guru Honorer, Info Guru Honorer 2019, Info Gaji Honorer 2019, Info Pengangkatan Honorer, Info Pengangkatan Honorer 2019, Info P3K Honorer, Info Honorer 2019 terbaru, Info Honorer non Kategori

Lewat Bu Nining, Pemerintah Diharap Perhatikan Nasib Honorer

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Bupati Kabupaten Pandeglang Irna Narulita berharap agar melalui kisah guru Nining Suryani (44 tahun), nasib honorer bisa lebih diperhatikan. Menurutnya tuntutan kesejahteraan dan rasa putus asa guru Nining agar bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sebenarnya juga dirasakan oleh guru honorer lain, adalah isu nasional yang wewenangnya ada di pemerintah pusat.

"Kalau tentang pengangkatan PNS kan isu nasional, wewenangnya ada di pemerintah pusat. Berangkat dari Bu Nining, mudah-mudahan nasib guru honorer se-Indonesia bisa diangkat derajatnya," ujar Bupati Pandeglang Irna Narulita, Jumat (19/7).

Dirinya mengklaim telah beberapa kali meminta kepada kementerian agar Pandeglang bisa diberikan kuota lebih dalam pengangkatan calon PNS (CPNS). Permintaan itu juga dibarengi dengan keinginan pemerintah kabupaten (pemkab) diberikan porsi wewenang menilai CPNS bagi masyarakatnya, agar para guru honorer di Pandeglang terutama yang sudah berusia lanjut seperti guru Nining bisa diprioritaskan.

Permasalahan lain dari seleksi CPNS di Pandeglang adalah kemampuan para pesertanya yang sebagian besar masih awam akan teknologi informasi terbaru. Hal ini dinilai turut menjadi kendala dalam seleksi CPNS bagi guru honorer pada periode seleksi CPNS sebelumnya.

"Jika ini (mengajar) dengan diniatkan keihkalasan, maka akan menjadi ladang pahala mereka. Tapi saya harap ini menjadi perhatian pusat untuk memberikan kelonggaran dalam pengangkatan PNS," terangnya.

Meski menurutnya pemberitaan yang beredar tentang guru Niing tinggal di Toilet perlu dikoreksi, yang sebenarnya tinggal di samping toilet, menurutnya melalui kisah Nining dirinya berterima kasih karena telah diingatkan untuk terus meningkatkan kesejahteraan warganya. "Saat ini rumah bu Nining sedang dibangunkan, anggaran yang digunakan ini dari patungan kita semua, dari para pejabat yang membantu, saya harap bisa segera terbangun. Bu Nining sementara ini tidak tinggal di tempat itu lagi, kadi kita kontrakkan hingga nunggu pembangunan selesai," tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengaku saat ini sudah mengumpulkan dana patungan untuk membantu guru Nining sebesar Rp 10 juta, dan berjanji membantu pembangunan rumah Nining hingga rampung. Saat ini, pembangunan rumah tinggal untuk guru Nining sudah pada tahap pembuatan pondasi rumah yang pengerjaannya dibantu secara gotong royong oleh masyarakat sekitar tempat tinggal guru Nining di Desa Karyabuana. 

Berita ini bersumber dari Republika.
Share:

7 hal penting yang harus kamu persiapkan sebelum mendaftar ASN

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ternyata masih menjadi impian banyak orang terutama para millennials yang tak sabar menanti pembukaan pendaftaran CPNS di tahun 2019 ini. Untuk lolos seleksi CPNS tentu tak mudah, terlebih lagi minat pendaftar yang sangat tinggi setiap tahunnya.

Tak sedikit orang-orang yang masih bingung apa saja yang harus dipersiapkan untuk mendaftar menjadi CPNS dan berakhir tak lolos seleksi karena kurangnya pemahaman dan persiapan yang dibutuhkan.

Nah, sebelum pendaftaran yang kabarnya akan dibuka dalam beberapa bulan ke depan, yuk simak 7 hal penting yang harus kamu persiapkan sebelum mendaftar!

1. Mencari informasi terkait pendaftaran CPNS sebanyak-banyaknya
Hal pertama yang harus kamu lakukan ketika ingin mengikuti tes CPNS yaitu mencari info tata cara pendaftaran melalui situs resmi pihak penyelenggara dari pemerintah atau melalui akun sosial media resmi milik penyelenggara.

Kamu juga harus up to date mengenai jadwal pendaftaran dan jadwal seleksi CPNS agar tidak sampai terlewat. Pastikan juga kamu mencari tahu jenis dan jumlah formasi yang disediakan oleh setiap instansi.

2. Pastikan jurusanmu sesuai dengan instansi yang ingin dituju
Sebelum mendaftar pastikan kamu mendaftar formasi pada instansi yang sesuai dengan jurusan pendidikan terakhir yang kamu tempuh. Banyak dari para pendaftar yang masih mengajukan formasi yang tidak sesuai dengan jurusan pendidikannya, alhasil peluangmu diterima bisa hilang karena tidak sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan oleh instansi.

3. Mempersiapkan semua berkas untuk syarat administrasi
Tak sedikit para pendaftar yang tidak lolos seleksi di tahap awal yaitu tahap administrasi. Karena kamu harus mempersiapkan semua berkas-berkas yang dibutuhkan terutama berkas yang diminta oleh instansi yang kamu lamar, pastikan kamu mempersiapkannya jauh-jauh hari agar tidak ada satu berkas pun yang kurang agar bisa lolos ke tahap tes CPNS.

4. Pahami semua tahapan-tahapan tes seleksi yang akan dijalani
Salah satu yang paling penting sebelum kamu mendaftar CPNS, pastikan kamu memahami tahapan-tahapan dan jenis soal yang akan dijalani. Setelah lolos seleksi administrasi kamu akan melewati Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Komeptensi Bidang (SKB).

Untuk tes SKD kamu akan menghadapi tiga tes, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP), dalam tes ini akan dilakukan melalui sistem Computer Assisted Test (CAT). Jadi pastikan kamu paham tahapan dan jenis soal yang akan kamu hadapi.

5. Mempelajari materi soal-soal dari berbagai media
Salah satu hal penting yang harus kamu lakukan jika ingin mendaftar sebagai CPNS yaitu dengan belajar materi pembahasan soal-soal yang akan di tes. Kamu bisa mempelajari materi dan contoh soal-soal tes dari buku pembahasan soal-soal tes CPNS yang dijual di toko buku.

Selain itu kamu juga bisa mendapatkan pembahasan soal-soal tes melalui situs online yang disediakan di beberapa website secara gratis, atau dengan mengunduh beberapa aplikasi gratis tentang soal-soal tes CPNS.

6. Persiapkan kesehatan fisik dan mental
Gak kalah penting, sebelum melakukan seleksi tes CPNS pastikan untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan mentalmu, karena kamu tidak akan bisa mengikuti tes dalam keadaan kesehatan yang kurang baik. Perbanyak mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga, serta selalu berpikir positif dan rileks agar kesehatan mentalmu tetap stabil.

7. Berdoa dan berserah diri
Hal penting terakhir yang harus kamu persiapkan yaitu dengan selalu berdoa agar diberikan kemudahan dan kelancaran. Jika sudah berdoa, pastikan juga kamu berserah diri dengan mengikhlaskan apa pun hasil yang kamu dapat nantinya.

Itulah 7 hal penting yang harus kamu siapkan sebelum mendaftar CPNS yang akan segera dibuka di tahun 2019. Persiapkan semuanya dengan matang dan tetap semangat untuk berjuang!

Berita ini bersumber dari IDN Times.
Share:

Badan Kepegawaian Negara memperkirakan, lowongan guru masih menjadi porsi terbesar dari total formasi dalam dua kali penarikan ASN baru

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah akan kembali membuka proses perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019.

Seleksi PPPK Tahap II rencananya akan digelar lebih awal pada Agustus mendatang, sementara CPNS 2019 menyusul pada Oktober.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperkirakan, lowongan guru masih menjadi porsi terbesar dari total formasi dalam dua kali penarikan Aparatur Sipil Negara (ASN) baru tersebut.

"Untuk perekrutan PPPK Tahap II dan CPNS, kita sebutnya itu ASN. Porsi terbesar kemungkinan masih guru. Tapi untuk detail informasi pastinya kita masih belum bisa sampaikan," ujar Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (17/7/2019).

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan batas maksimal formasi yang akan dibuka pada proses perekrutan CPNS 2019 dan PPPK Tahap II, yakni sebanyak 254.173 formasi.

Berdasarkan angka tersebut, Ridwan memproyeksikan, penarikan CPNS tahun ini akan menyediakan kursi sekitar 100 ribu formasi. Begitu juga dengan seleksi PPPK Tahap II.

"Kan ada sekitar 250 ribu formasi tuh untuk seluruh perekrutan ASN tahun ini. CPNS kira-kira sekitar 100 ribu (formasi). Untuk PPPK total kan ada 150 ribu (formasi). Sudah dikurangin yang seleksi tahap pertama, mungkin (PPPK Tahap II) sekitar 100 ribu formasi lagi," tuturnya.

Namun begitu, ia belum berani memastikan berapa jumlah formasi pasti yang bakal disediakan dalam dua seleksi itu. "Detail masih nunggu Kementerian PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)," tukas Ridwan.

Berita ini bersumber dari Liputan6.
Share:

Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan seluruh instansi di daerah sudah mengajukan formasi pegawai mereka untuk tes CPNS tahun ini.

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan seluruh instansi di daerah sudah mengajukan formasi pegawai mereka untuk tes CPNS tahun ini. Proses sempat terhambat karena cukup banyak daerah yang tak mengajukan formasi.

Akibatnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengedarkan surat perpanjangan waktu bagi instansi untuk mengajukan formasi dan analisis jabatan hingga Jumat, 12 Juli 2019, kemarin.

"Nah mengapa diberi kesempatan lagi? Karena ternyata sampai batasan akhir usulan bulan Juni itu masih ada 30 persenan, kira-kira, instansi pusat dan daerah yang belum melakukan pengajuan formasi. Dengan surat ini maka, jika sampai Jumat kemarin tidak melakukan pengisian usulan kebutuhan ASN maka dianggap tidak melaksanakan (penerimaan ASN)," ujar Kepala Biro Humas BKN M. Ridwan kepada Liputan6.com, Minggu (14/7/2019).

Menurut Ridwan, banyaknya daerah yang tidak mengajukan formasi CPNS karena ada prioritas lain atau kecukupan anggaran, seperti karena 50 persen APBD sudah untuk gaji ASN.

Pihak BKN sendiri belum mendapatkan data mengenai berapa daerah yang mengajukan formasi CPNS. Sebelumnya diperkirakan ada 207.748 formasi untuk pemerintah daerah.

Rinciannya adalah CPNS untuk umum sebanyak 62.249 formasi dan sekolah kedinasan 75 formasi. Lalu ada PPPK dan honorer sebanyak 143.424 formasi.

Sementara, Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Mudzakir menyebut kementeriannya masih melakukan pendataan jumlah formasi. "Saat ini data sedang direkap lagi setelah perpanjangan masa pengusulan," ucap Mudzakir.

Berita ini bersumber dari Liputan6.
Share:

30% Pemda belum mengusulkan kebutuhan ASN, pengajuan kebutuhan ASN diperpanjang sampai 12 Juli 2019

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa sebanyak 30 persen dari jumlah pemda yang ada hingga saat ini belum mengajukan usulan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk rekrutmen CPNS dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) Tahun 2019.

Karena itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memperpanjang waktu pengusulan kebutuhan hingga 12 Juli mendatang.

"Informasi yang kami terima dari KemenPAN-RB, baru 70 persen usulan kebutuhan ASN yang masuk. 30 persen Pemda masih belum mengajukan," kata Karo Humas BKN Mohammad Ridwan kepada JPNN, Minggu (7/7).

Dia menyebutkan, bila mengacu pada ketentuan KemenPAN-RB, harusnya instansi yang tidak mengajukan kebutuhan ASN hingga deadline pekan kedua Juni, dianggap tidak mengusulkan. Namun, kenyataannya ada daerah yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menghitung kebutuhan pegawai.

"Persoalan teknis seperti ini memang selalu terjadi setiap kali pengadaan ASN. Pasti ada daerah yang suka lewat batas waktu yang ditetapkan," ucapnya.

Namun, masalah tersebut kini teratasi menyusul keluarnya surat edaran menPAN RB tertanggal 5 Juli. Isinya adalah perpanjangan batas waktu pengisian usulan kebutuhan ASN 2019 aplikasi e-Formasi, mulai 5 sampai 12 Juli 2019.

Dalam perpanjangan waktu tersebut, instansi pusat dan daerah, di samping menyampaikan usulan kebutuhan, diberi kesempatan pula untuk memperbaiki Analisis Jabatan yang mungkin masih belum sesuai dengan ketentuan. Terutama terkait dengan kualifikasi pendidikan.

"Namun, sesuai isi SE tersebut, apabila sampai 12 Juli 2019 instansi tidak melakukan pengisian usulan kebutuhan ASN, mak dianggap instansi yang bersangkutan tidak melaksanakan pengadaan ASN 2019," terang Ridwan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2019, pemerintah akan membuka kembali rekrutmen CPNS dan PPPK. Alokasinya untuk pusat 46.425 dan daerah 207.748.

Tahun ini pemerintah menyiapkan alokasi 254.173 untuk formasi CPNS dan PPPK. Namun dari jumlah tersebut yang terbesar akan direkrut adalah PPPK.

Dari 254.173 formasi, kuota PPPK untuk pusat dan daerah adalah 168.636. Sisanya untuk CPNS yang terdiri dari ikatan dinas 5.769 dan pelamar umum 79.768.

Berita ini bersumber dari JPNN.
Share:

Kabar Gembira, Ini Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK 2019

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengumumkan bahwa seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2019 akan dilaksanakan masing-masing pada Agustus dan Oktober.

"CPNS nanti bulan sepuluh (Oktober). PPPK tahapan kedua ini akan dilakukan kira-kira setelah 17 Agustus paling lama," ujar Menteri Syafruddin di Kantor Staf Presiden, Jakarta, pada Selasa (2/7/2019).

Syafruddin menyebut, pemerintah kekurangan formasi guru serta tenaga kesehatan, terutama perawat, bidan, dokter untuk mengisi Puskesmas.

Ia melanjutkan, dalam rekrutmen kali ini, jabatan tenaga administratif akan dikurangi. "Terutama kebutuhan di bidang infrasturktur, juga kepentingan-kepentingan yang lebih menjurus kepada skill, jadi tenaga administratif akan kita kurangi," ujarnya.

Untuk saat ini Syafruddin menyebut CPNS masih belum menerima jumlah kebutuhan dari daerah.

Ketika ditanya mengenai sistem perekrutan seperti ranking, sang menteri berkata ingin tes yang dinamis dan fokus ke generasi muda.

"Pokoknya akan dibuat sistem sedinamis mungkin, sebagus mungkin untuk kepentingan bagaimana kualitas SDM itu bisa kita rekrut, kemudian tidak menafikan kebutuhan individu, generasi muda, yang ingin mengabdi pada negara," tegasnya.

Berita ini bersumber dari Liputan6.
Share:

Kabar Gembira, Gaji Tenaga Honorer di Bintan Tahun Ini Naik

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa ada kabar gembira bagi tenaga honorer Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, karena pada tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Bintan berencana akan menaikan gaji tenaga honorer. 

Rencana tersebut akan direalisasikan melalui APBD-Perubahan (APBD-P) 2019 mendatang dengan estimasi naik 50 persen dari sebelumnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Adi Prihantara mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer di lingkungannya. Salah satunya yakni dengan menaikkan gaji hingga 50 persen.

"Untuk saat ini tenaga honorer mendapatkan honor atau gaji sebesar Rp 1,2 juta perbulan-nya. Namun gaji mereka akan kita naikan," ujarnya.

Rencana ini, lanjut Adi, sudah dibahas bersama DPRD Bintan dan mencapai kesepakatan bahwa kesejahteraan para tenaga honorer ini akan dinaikan mulai tahun ini pada APBD-P 2019. 

Gaji para tenaga honore ini akan mengalami kenaikan sebesar Rp 600 ribu atau Rp 1,8 juta setiap bulannya. Nominal itu terpisah dengan uang makan yang diperoleh sebesar Rp 350 ribu setiap bulan.

"Meskipun pembahasannya belum final, tapi gaji mereka tetap akan dinaikan. Kemungkinan dari Rp 1,2 juta menjadi Rp 1,8 juta," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pegawaian, Pendidikan, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP3SDM) Bintan, Irma Annisa membenarkan adanya rencana kenaikan gaji honorer pada tahun ini. Kenaikannya telah dialokasikan di APBD-P 2019.

"Gaji honorer akan naik. Biasanya mereka dapatkan gaji Rp 1,2 juta ditambah uang makan Rp 350 ribu. Ketika APBD-P 2019 sudah disahkan gaji mereka naik menjadi Rp 1,8 juta perbulan kalau uang makannya tetap Rp 350 ribu perbulan," katanya.

Tenaga honorer yang mengabdi di seluruh instansi Pemkab Bintan berjumlah 1.150 orang. 60 persennya berasal dari tenaga pendidikan dan kesehatan selebihnya umum.

Jadi untuk kenaikan gaji mereka akan menelan anggaran yang tidak sedikit. Dengan jumlah mereka seribuan lebih maka APBD-P yang terserap bisa mencapai ratusan juta rupiah.

"Semoga dengan kenaikan gaji ini kinerja tenaga honorer juga semakin meningkat. Namun apabila masih ditemui ada yang bolos dan kerjanya hanya duduk diam maka sanksinya akan dipecat," ucapnya.

Berita ini bersumber dari Kumparan.
Share:

Badan Kepegawaian Negara (BKN) Berharap Pemda Usulkan Formasi PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) 2019 tahap II terbuka untuk umum. Dengan demikian masyarakat umum termasuk yang berusia di atas 35 tahun dan ingin menjadi PPPK, bisa ikut melamar.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, dalam formasi PPPK umum ini masih harus diidentifikasi jabatan-jabatan apa saja yang akan dibuka. Apakah tetap guru, tenaga kesehatan, penyuluh, atau ada tambahan lainnya.

"PPPK tahap satu kan khusus formasi honorer K2. Nah tahap dua ini, formasi PPPK umum. Ini yang masih harus diverifikasi dan validasi jabatan apa saja yang dibuka," kata Bima kepada JPNN, Rabu (26/6).

Mengingat tahap II adalah formasi PPPK umum, honorer K2 maupun nonkategori yang akan ikut akan memerebutkan kursi, bersaing dengan pelamar lainnya.

"Mekanisme ini sementara dibahas di internal pemerintah. Wacananya ya itu, honorer K2 dan nonkategori dipertandingkan dengan pelamar umum. Kalau enggak begitu bagaimana bisa maju honorernya," bebernya.

Rencananya, rekrutmen PPPK tahap II dibuka Oktober. Saat ini pemerintah tengah menunggu usulan kebutuhan ASN dari pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga.

Harapan Bima, usulan kebutuhan itu lebih banyak untuk formasi PPPK, dengan persentase 70 persen dan sisanya CPNS. 

Berita ini bersumber dari JPNN.
Share:

Facebook Page

Statistik Blog

Diberdayakan oleh Blogger.