Info Honorer K2 2019, Info Guru Honorer, Info Guru Honorer 2019, Info Gaji Honorer 2019, Info Pengangkatan Honorer, Info Pengangkatan Honorer 2019, Info P3K Honorer, Info Honorer 2019 terbaru, Info Honorer non Kategori

Apkasi akan berusaha menjadikan tenaga honorer guru mendapat prioritas supaya menjadi ASN

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana membuka kegiatan audiensi dan sosialisasi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan stakeholder lingkungan Dinas Pendidikan, di gedung Yudha Karya Selasa (5/11).

Dalam kesempatan tersebut, wabup menegaskan perubahan besar harus diawali di dunia pendidikan. Khususnya dalam membentuk karakter pribadi manusia supaya memiliki keilmuan dan terlatih segala keahlian serta keterampilannya.

Menurutnya, permasalahan yang sedang dihadapi di dunia pendidikan adalah kekurangan tenaga pendidik yang belum mendapatkan kelayakan (ASN). Maka Apkasi akan berusaha menjadikan tenaga honorer guru mendapat prioritas supaya menjadi ASN .
Selain memajukan dunia pendidikan, Kabupaten Majalengka juga sedang berusaha membuat program untuk mengurangi tingkat kemiskinan.
“Untuk bisa menjadikan dan memajukan kehidupan yang mandiri, kami akan berusaha membuka balai pelatihan kerja sebagai upaya pengentasan pengangguran dan kemiskinan,” tutur wabup.

Sementara staf ahli Apkasi Hj Imatul Hasanah MP menjelaskan, kegiatan Apkasi lebih dititikberatkan dalam dunia pendidikan agar masyarakat Indonesia memiliki SDM yang mumpuni dan bisa mengikuti perkembangan zaman.

Untuk meningkatkan SDM, Apkasi menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder dari pusat sampai daerah. Apkasi menjadi salah satu lembaga mitra pemerintah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat guna membantu memajukan Indonesia dari berbagai bidang.

“Dalam melakukan pembangunan SDM kita juga harus bisa bersinergi dengan pemerintah pusat, karena tenaga pendidik di Indonesia ini masih banyak yang belum menjadi ASN. Ini merupakan salah satu permasalahan yang sangat serius,” pungkasnya.

Berita ini bersumber dari Radar Cirebon
Share:

Buka 5 Ribu Pegawai Non-PNS , Pemda DIY Hentikan Tenaga Honorer

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Pemda DIY akan segera memberhentikan ribuan tenaga honorer. Sebagai gantinya awal tahun akan membuka kesempatan bagi 5 ribu pegawai sebagai Pegawai non-PNS.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah DIY, Agus Supriyanto menjelaskan, pihaknya menyelesaikan kontak tenaga honorer di lingkungan Pemda DIY. Dengan demikian mulai Desember sesuai kontrak tidak ada lagi perpanjangan. "Setelah Desember kita akan rekrut pegawai non PNS, mereka yang saat ini honorer bisa mendaftarkan diri," terangnya kepada wartawan di Yogyakarta, Rabu (6/11/2019).

Dijelaskannya, untuk rekruitmen tenaga non-PNS ini, dilakukan awal tahun 2020. Pemda akan membuka lowongan 5 ribu tenaga non-PNS. "Namun tidak ada lagi honorer seperti saat ini, semua kita tarik melalui BKD," katanya.

Dilanjutkannya dengan penerimaan pegawai non-PNS, maka tidak ada lagi upaya reruimen tenaga di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Sebagai konsekuensi, baik gaji dan hak-haknya dinaikkan. "Gaji disesuaikan dengan jenjang pendidikan kemudian ada hak cuti," beber Agus.

Saat ini, di lingkungan Pemda DIY terdapat lebih dari 4 ribu tenaga honorer atau tenang harian lepas. Mereka harus mengikuti tes ulang jika masih ingin bekerja di lingkungan Pemprov DIY. Namun demikian bagi yang tidak lolos tes untuk rekruitmen pegawai non-PNS maka mereka tidak bisa lagi bekerja seperti sebelumnya.

Berita ini bersumber dari Sindonews Jateng DIY
Share:

Pengumuman Pengadaan PNS Kemhan TA.2019

Jakarta, 1 November 2019 melalui surat pengumuman Menteri Pertahanan nomor PENG/4/XI/2019 tentang Pelaksanaan Seleksi Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pertahanan Republik Indonesia TA.2019 Kementerian Pertahanan dengan resmi mebuka 552 formasi CPNS yang akan ditempatkan di seluruh Indonesia.
Surat Pengumuman Menteri Pertahanan No. PENG/4/XI/2019
Lampiran


Sumber berita : KEMHAN
Share:

Pemerintah Buka 152.250 Formasi untuk CPNS 2019

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah membuka 152.250 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Jumlah formasi itu ditetapkan untuk instansi pusat sebanyak 37.425 formasi dan daerah sebanyak 114.825 formasi.

Instansi pemerintah yang melaksanakan rekrutmen CPNS tahun 2019 terdiri dari 68 kementerian/lembaga dan 462 pemerintah daerah (pemda). Namun Pemkab Bangli secara resmi mengundurkan diri sehingga menjadi 461 pemda.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menegaskan rekrutmen CPNS menggunakan sistem yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik KKN. "Membangun profesionalisme birokrasi, termasuk penerimaan CPNS yang pelaksanaannya dilakukan secara profesional," jelas Menteri Tjahjo saat konferensi pers, di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu (30/10).

Menteri Tjahjo mengungkapkan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, mulai tahun 2019 fokus pemerintah adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM). Maka, prioritas rekrutmen CPNS kali ini untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang pendidikan, kesehatan, dan tenaga teknis atau profesional lainnya. Rekrutmen tahun ini mengutamakan prinsip zero growth, yakni menggantikan jumlah PNS yang pensiun, dikecualikan bagi tenaga pendidikan dan kesehatan.

Para calon pelamar diharapkan berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan yang berkaitan dengan proses penerimaan CPNS. “Perlu kami informasikan bahwa tidak ada satu orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan,” tegas Menteri Tjahjo.

Sementara itu, Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja menerangkan penetapan formasi berdasarkan pada analisis jabatan dan analisis beban kerja. Total kebutuhan ASN sebanyak 197.111 formasi terdiri dari instansi pusat 37.854 formasi dan daerah 159.257 pemda. “Merujuk dari data e-formasi, formasi CPNS yang ditetapkan sebanyak 152.250 formasi,” jelasnya.

Lanjutnya dikatakan, jenis formasi yang dibuka tahun ini terdiri dari formasi umum dan formasi khusus. Untuk formasi khusus antara lain cumlaude, diaspora, putra/i Papua dan Papua Barat, disabilitas, serta formasi lainnya yang bersifat strategis.

Pada bidang pendidikan, formasi yang disiapkan sebanyak 65.397, dan bidang kesehatan sebanyak 34.038 formasi. Sedangkan untuk jabatan fungsional, disiapkan formasi sebanyak 31.912. Sementara pelaksana teknis, dibuka 20.903 formasi. "Jadi pengadaan ASN harus sejalan dengan pembangunan nasional, pembangunan daerah dan potensi daerah. Inilah yang dimaksud dengan keahlian atau jabatan teknis berkeahlian yang spesifik," ungkap Setiawan.

Rencananya pendaftaran dimulai tanggal 11 November 2019 secara online melalui sscasn.bkn.go.id. Perlu diingat, peserta hanya bisa mendaftar pada satu instansi dan satu formasi jabatan di kementerian/lembaga/pemda.

Untuk tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) direncanakan pada awal Februari 2020, dan dilanjutkan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di awal Maret 2020. Pengumuman kelulusan dilakukan pada April 2020. Seperti tahun sebelumnya, SKD menggunakan Computer Assisted Test (CAT) untuk mencegah adanya kecurangan.

Terkait keamanan soal-soal SKD, Setiawan menegaskan bank soal dienkripsi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Ketika soal itu hendak digunakan, yang memegang kuncinya adalah Kementerian PANRB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Mereka tidak boleh sembarangan membuka dan harus sesuai prosedur," tegasnya.

Tahun ini, penyusunan soal dilakukan dengan melibatkan konsorsium 18 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang dikoordinasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Setiap tahun kita ada update soal tersebut," pungkas Setiawan.

Rekrutmen dan seleksi CPNS 2019 diselenggarakan oleh tim panselnas 2019 yang terdiri dari Menteri PANRB sebagai ketua tim pengarah, tim pengawas diketuai oleh BPKP, tim audit teknologi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), tim pengamanan teknologi oleh BSSN, tim quality assurance oleh Kementerian PANRB dan akademisi, konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (PTN) oleh Kemendikbud serta tim pelaksana yang diketuai oleh Kepala BKN.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share:

Pemerintah Umumkan Rencana Pembukaan Seleksi CPNS 2019

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) resmi mengumumkan pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Rencananya, pendaftaran dimulai pada 11 November 2019 mendatang.
Hal itu tertuang dalam Pengumuman No: B/1069 /M.SM.01.00/2019 tentang Informasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Pusat dan Daerah yang ditandatangani oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo. "Rekrutmen kali ini dibuka pada 68 kementerian/lembaga dan 462 pemerintah daerah," ujar Menteri Tjahjo di Jakarta, Senin (28/10).
Seperti pada rekrutmen sebelumnya, pendaftaran rekrutmen CPNS dilakukan pada website SSCASN BKN (sscasn.bkn.go.id). Satu orang pelamar hanya boleh mendaftar di satu instansi dan satu formasi jabatan di kementerian/lembaga/pemda.
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada rekrutmen CPNS menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang telah terbukti menekan angka kecurangan dan percaloan. Rencananya, SKD akan dilakukan pada Februari 2020 dan dilanjutkan dengan Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) pada Maret 2020.
Untuk selanjutnya, pengumuman terkait syarat pendaftaran dan lain-lain akan diumumkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan instansi masing-masing.
Menteri PANRB mengimbau agar calon pelamar berhati-hati terhadap kemungkinan adanya penipuan terkait seleksi CPNS 2019. "Tidak ada satu orang atau pihak manapun yang bisa membantu kelulusan," tutup Menteri Tjahjo. 

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share:

Pesan Sponsor

Recent Posts

Statistik Blog