Banner728x90

Jumat, 24 April 2015

Data Update Penetapan NIP per tanggal 24 April 2015

Sahabat pembaca Info Honorer, berikut ini data update penetapan NIP per tanggal 24 April 2015.


Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 24 April 2015 :
- UPDATE NIP UMUM 2013 KLIK DISINI
- UPDATE NIP UMUM 2014 KLIK DISINI
- UPDATE NIP HONORER 2013 KLIK DISINI
- UPDATE NIP HONORER 2014 KLIK DISINI

Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 17 April 2015 :
- UPDATE NIP UMUM 2013 KLIK DISINI
- UPDATE NIP UMUM 2014 KLIK DISINI
- UPDATE NIP HONORER 2013  KLIK DISINI
- UPDATE NIP HONORER 2014  KLIK DISINI

Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 8 April 2015 :
- UPDATE NIP UMUM 2013 KLIK DISINI
- UPDATE NIP UMUM 2014 KLIK DISINI
- UPDATE NIP HONORER 2013 KLIK DISINI
- UPDATE NIP HONORER 2014 KLIK DISINI

Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 30 Maret 2015 :

Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 23 Maret 2015 :


Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 10 Maret 2015 :


Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 3 Maret 2015 :

*untuk data sebelumnya silahkan klik disini

Kamis, 23 April 2015

Seleksi Honorer K2 rencanannya digelar pada bulan Agustus 2015 mendatang.

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara berencana melakukan tes seleksi CPNS khusus tenaga honorer Kategori Dua (K2) yang gagal. Seleksi tersebut rencanannya digelar pada bulan Agustus 2015 mendatang.

Bupati Maros HM Hatta Rahman, mengatakan hal tersebut disampaikan oleh pusat kepadanya. Keputusan pusat itu akan diikuti. 

Hatta berharap, supaya nantinya aturannya bisa lebih bagus dibanding tahun lalu. Menurutnya, pelaksanaannya harus berjalan baik. Sebaiknya sebelum ujian terlebih dahulu diajukan persyaratan. Pada tahun lalu, sekitar 2000 orang K2 yang belum lulus.

Berita ini bersumber dari Tribun Timur.

Saat ini Kementerian PAN-RB masih mempersiapkan aturan atau payung hukum, agar pelaksanaan tes honorer cepat terlaksana.

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa berdasarkan Hasil Konsultasi Komisi I DPRD Kabupaten Belitung Timur bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Belitung Timur ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kamis (23/4) membawa angin segar. Utamanya bagi pegawai honorer kategori dua (KII) di Kabupaten Belitung Timur yang tidak lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kemungkinan bisa di tes ulang.

Menurut anggota Komisi I DPRD Kabupaten Belitung Timur Oman Anggari, saat ini Kementrian masih mempersiapkan aturan atau payung hukum, agar pelaksanaan tes honorer cepat terlaksana. Wacananya kata Oman tenaga honorer yang sudah mengabdi terhadap pemerintah tetap akan di tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Maka dari itu, dianjurkan para tenaga honorer ini harus mempersiapkan diri dengan baik agar lulus tes.

Berita ini bersumber dari Bangka Pos.




Selasa, 21 April 2015

Konsolidasi Nasional Tenaga Honorer Kategori 2

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa mendekati pelaksanaan tes CPNS yang digelar Agustus mendatang, honorer kategori dua (K2) gencar melakukan konsolidasi. Rencananya konsolidasi nasional kedua akan digelar forum-forum honorer yang tergabung dalam Gerakan Honorer K2 Indonesia Bersatu (GHK2IB) di Bandung, Jawa Barat, pada 25 - 26 April 2015.

Menurut Ketua Tim Investigasi GHK2IB Riyanto Agung Subekti alias Itong, pihaknya akan menghadirkan narasumber yang bisa memberikan pencerahan kepada honorer K2.

Antara lain anggota Komisi II DPR RI Bambang Riyanto, Karo Hukum Komunikasi Informasi Publik KemenPAN-RB Herman Suryanman, dan Ketua Umum PB PGRI Prof DR Sulistiyo.

"Dalam konsolidasi nasional kedua ini akan dihadiri perwakilan dari Pengurus Pusat Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I), pengurus Korwil dan Korda forum-forum honorer K2 seluruh Indonesia," kata Itong kepada JPNN, Selasa (21/4).

Dia berharap semua honorer K2 yang pernah mengikuti tes pada 3 Nopember 2013 turut berpartisipasi untuk menyukseskan acara ini.

Berita ini bersumber dari JPNN.

Pemerintah akan menetapkan formasi CPNS Juli mendatang, pelaksanaan seleksi dari jalur umum maupun honorer K2 digelar Agustus.

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa pemerintah menjadwalkan akan menetapkan formasi CPNS instansi pusat dan daerah pada Juli mendatang. Sementara, untuk pelaksanaan seleksi CPNS dari jalur umum maupun honorer kategori dua (K2) digelar Agustus.

"Cepat atau lambat penetapan formasi tergantung dari data-data yang masuk lewat e-formasi cepat atau tidak. Kalau molor, otomatis formasinya juga lama ditetapkan," kata Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja, Selasa (21/4).

Dia menyebutkan, daerah yang mendapatkan formasi CPNS tahun ini harus memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya sudah melengkapi analisa jabatan dan beban kerja, perencanaan pegawai selama lima tahun, belanja pegawainya maksimal 40 persen.

Selain itu diutamakan tenaga pendidik, kesehatan, dan fungsional tertentu seperti penyuluh, dan lain-lain.

"Karena moratorium, syaratnya diperketat. Daerah yang belanja pegawainya di atas 40 persen kecil mungkinan dapat formasi," ucapnya.

Mengenai kuota CPNS, Setiawan menyatakan, masih dalam penggodokan juga. Namun dia mengisyaratkan, kuotanya di bawah 100 ribu orang.

Berita ini bersumber dari JPNN.


Senin, 20 April 2015

Honorer K2 mengadukan nasibnya selama bertahun-tahun tak mendapatkan kejelasan ke Komisi IX DPR RI.

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa setelah mengadu ke Komisi II DPR RI, honorer kategori dua (K2) melakukan hal yang sama pada Komisi IX. Bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), honorer K2 mengadukan nasibnya selama bertahun-tahun tak mendapatkan kejelasan.

"Status tidak jelas ini sudah lebih dari 10 tahun kami sandang. Kami sudah mengadu ke sana-sini namun hanya janji yang kami dapat," kata Andi Nurdiansyah alias Andi Boti, ketua I Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) mewakili tenaga K2 se-Indonesia saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi IX DPR RI, Senin (20/4).

Andi menambahkan, selain status tak jelas, upah yang diterima honorer sangat tidak layak. Yakni, antara Rp 150 ribu-500 ribu per bulan. Itupun dibayar kadang telat.

"Apakah pemerintah memperhatikan nasib keluarga kami ketika upah yang kami tak cukup untuk kebutuhan harian," keluh Andi Boti di depan para wakil rakyat.

Anggota Komisi IX Dapil Jawa Timur III (Banyuwangi, Ponorogo) Nihayatul Wafiro mengaku prihatin dengan kondisi honorer K2. Demikian juga politisi PKS Hamid Noor Yasin. Legislator dapil Jawa Tengah IV (Wonogiri, Solo) itu menyatakan, masalah K2 seharusnya tak boleh dibiarkan terus berlarut.

"Kami setuju bila 439 ribu honorer K2 diselesaikan oleh MenPAN-RB tahun 2015. Sembari menunggu pengangkatan CPNS, ada baiknya pemerintah memperbaiki besaran honor yang diterima honorer," tandas Nihayatul.

Berita ini bersumber dari JPNN.

Minggu, 19 April 2015

Tidak ada nama baru dalam daftar honorer K2 yang berhak mengikuti tes.

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa pemerintah memastikan bakal kembali menggelar tes bagi tenaga honorer kategori dua (K2) yang gagal tes tahun lalu, Agustus 2015. Dijanjikan tidak ada nama baru dalam daftar honorer K2 yang berhak mengikuti tes.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Herman Suryatman mengatakan, nama-nama yang akan melaksanakan tes pengangkatan tahun ini sesuai daftar peserta tahun lalu.

"Jadi memang benar tidak ada lagi pendaftaran nama baru tenaga honorer K2," ujar Herman di Jakarta kemarin. Sebab pada prinsipnya pemerintah sudah memperoleh data resmi tenaga honorer K2 sejak tahun lalu.

Jadi ketentuannya adalah, peserta tes pengangkatan CPNS tahun ini adalah honorer K2 yang valid, tapi tidak lulus tahun lalu.

Herman mengimbau masyarakat atau tenaga non-CPNS tidak termakan iming-iming atau penipuan dengan modus pengangkatan honorer K2 tahun ini. Pemerintah berharap tenaga honorer K2 yang tidak lolos verifikasi pendataan tahun lalu, tidak memaksakan untuk bisa masuk menjadi peserta tes tahun ini.

Menurut Herman, panitia tes CPNS menerapkan aturan tambahan untuk tes pengangkatan tahun ini. Di antaranya adalah semua pejabat pembina kepegawaian (PPK) yang akan mendaftarkan nama-nama honorer K2 untuk ikut tes CPNS Agustus nanti, wajib melampirkan surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM).

Melalui surat ini, PPK di setiap instansi akan bertanggung jawab jika nanti ditemukan tenaga honorer K2 bodong, tetapi lolos menjadi CPNS 2015. Herman mengatakan keberadaan surat itu cukup efektif untuk mencegah tenaga honorer K2 bodong atau siluman menjadi CPNS.

"Sekarang pembina instansi pikir-pikir untuk meloloskan honorer bodong, karena bisa diproses hukum," jelas dia.

Herman mengatakan kuota pengangkatan honorer K2 tahun ini, merujuk pada sisa kuota tahun lalu. Kementerian PAN-RB tahun lalu membuka sekitar 150 kursi CPNS baru khusus diisi tenaga honorer K2. Tetapi setelah proses pemberkasan di Badan Kepegawaian Negara (BKN), tidak semua kursi itu terisi.

Laporan sementara ada sekitar 30 ribu kursi yang tidak terisi. Di antaranya disebabkan karena BKN mendeteksi ada tenaga honorer K2 bodong yang lolos ujian tahun lalu.

"Jadi kuota pengangkatan honorer K2 tahun ini bukan kuota baru. Karena prinsipnya sudah tidak ada lagi pengangkatan honorer," papar Herman.

Sementara itu untuk tes CPNS pelamar umum atau bukan tenaga honorer K2, Herman mengatakan belum ada pengumuman resmi. Pada intinya pemerintah tetap menerapkan moratorium penerimaan CPNS baru.

Namun, untuk formasi-formasi penting, seperti guru dan tenaga kesehatan tetap mendapatkan kuota CPNS baru. Pemerintah akan melihat setelah diisi tenaga honorer K2 Agustus nanti, apakah masih ada kekurangan CPNS baru di seluruh Indonesia. Berita ini bersumber dari JPNN.

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa banyak peserta CPNS yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi serta IPK terbaik saat menempuh studi di perguruan tinggi, namun pada saat mengikuti seleksi CPNS, tidak pernah mempelajari bentuk-bentuk soal CPNS, maka peserta tersebut akan kebingungan pada saat ujian dilaksanakan dan mendapatkan nilai yang lebih rendah jika dibandingkan dengan peserta yang telah mengetahui dan banyak berlatih dengan bentuk dan soal CPNS. Hal ini disebabkan karena soal CPNS tidak sama dengan soal pada saat mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi. Pusat pembelajaran soal CPNS dan Tryout CAT CPNS CPNSONLINE bisa menjadi alternatif dalam mempelajari bentuk dan soal CPNS.

Jumat, 17 April 2015

Sebanyak 395 orang Honorer K2 di Luwu Timur, dapat mengikuti seleksi CPNS mendatang.

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa sebanyak 395 orang Honorer Kategori Dua (K2) di Luwu Timur, dapat mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Luwu Timur, Noviya Syahriani, mengatakan, jika merujuk data pada tahun lalu, sebanyak 488 Honorer K2 Luwu Timur, yang mengikuti tes CPNS.

"Namun setelah dilakukan verifikasi ulang tercatat hanya 395 tenaga k2 yang dimungkinkan mengikuti tes nantinya," ujarnya, Jumat (17/4/2015).

Berita ini bersumber dari Tribun Timur.

Data Update Penetapan NIP per tanggal 17 April 2015

Sahabat pembaca Info Honorer, berikut ini data update penetapan NIP per tanggal 17 April 2015.

Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 17 April 2015 :
- UPDATE NIP UMUM 2013 KLIK DISINI
- UPDATE NIP UMUM 2014 KLIK DISINI
- UPDATE NIP HONORER 2013  KLIK DISINI
- UPDATE NIP HONORER 2014  KLIK DISINI

Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 8 April 2015 :
- UPDATE NIP UMUM 2013 KLIK DISINI
- UPDATE NIP UMUM 2014 KLIK DISINI
- UPDATE NIP HONORER 2013 KLIK DISINI
- UPDATE NIP HONORER 2014 KLIK DISINI

Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 30 Maret 2015 :

Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 23 Maret 2015 :


Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 10 Maret 2015 :


Berikut Data Update Penetapan NIP per tanggal 3 Maret 2015 :

*untuk data sebelumnya silahkan klik disini

Selasa, 14 April 2015

Komisi II DPR mendesak pemerintah segera merealisasikan pengangkatan tenaga honorer kategori dua (K2).

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Komisi II DPR mendesak pemerintah segera merealisasikan pengangkatan tenaga honorer kategori dua (K2). 

Kebijakan ini dinilai sebagai prioritas bagi pemerintah untuk diselesaikan secepatnya. Anggota Komisi II DPR Suasana Dachi menyatakan dukungannya untuk penyelesaian kebijakan tersebut. Karena itu, Komisi II mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan pengangkatan tenaga honorer tingkat dua (K2) menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Kebijakan pemerintah terkait tenaga honorer dinilai lamban. 

”Realisasi kebijakan ini agar diupayakan secepatnya guna menghindari konflik yang berkepanjangan antarpegawai honorer dengan pemerintah di daerah-daerah. Jika memang masalahnya di anggaran, kita perlu mengundang Menteri Keuangan dan Bappenas dalam rapat gabungan, lalu mengambil keputusan politik untuk mengalokasikan anggaran guna mengangkat honorer di seluruh Indonesia, khususnya K2,” ujar Suasana Dachi melalui siaran pers yang diterima KORAN SINDO kemarin. 

Dachi mengakui dan menyadari beban berat yang tengah dipikul oleh pemerintah terkait alokasi anggaran untuk proses pengangkatan pegawai honorer ini. Namun, hal itu bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik dengan badan anggaran untuk dapat sesegera mungkin merealisasikannya. ”Ironis rasanya untuk mengangkat mereka tidak selesai dan berlarut-larut sampai sekarang, sampai mereka harus demo berulang kali,” ungkapnya. 

Dia juga berpendapat bahwa para tenaga honorer sudah cukup serius mengabdi pada pemerintah. Karena itu, pemerintah juga diharapkan lebih serius memberikan penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan para pegawai honorer di seluruh daerah. Sangatlah layak bila pemerintah mengangkat tenaga honorer menjadi PNS tanpa kecuali. 

Anggota Komisi II DPR Jazuli Juwaini juga mendesak pemerintah segera mengangkat tenaga honorer menjadi PNS. Alasannya, para pegawai honorer ini sudah dengan tulus dan ikhlas mengabdi untuk negara. Karena itu, sangat layak bila mereka diberikan penghargaan, yaitu dengan segera mengangkatnya menjadi PNS tanpa ada kecuali. 

Dia juga meminta pemerintah berhemat dalam hal anggaran agar masalah pegawai honorer ini segera tuntas. Menurut dia, tidak ada lagi alasan pemerintah untuk menunda penyelesaian pengangkatan tenaga honorer tersebut. ”Jika perlu saya dorong dana-dana tunjangan dan lain-lain itu dipangkas saja dan gunakan dananya untuk menyelesaikan masalah honorer ini,” ujarnya.

Jazuli mengatakan, pemerintah tidak akan dirugikan dengan adanya kebijakan pengangkatan tenaga honorer. Justru nantinya pemerintahlah yang akan mendapatkan dampak positif. ”Pengangkatan honorer K2 menjadi PNS tidak akan bikin bangkrut negara. Kalau soal anggaran, Komisi II akan support ,” ungkapnya. 

Berita ini bersumber dari Koran Sindo.