Selasa, 30 September 2014

76 Tenaga Honorer di Gunungkidul Terima SK CPNS

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memberikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada 76 honorer kategori 2 (K2).

Simbolisasi penyerahan, diberikan langsung oleh Bupati Gunungkidul Badingah di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Selasa (30/9/2014).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gunungkidul Sigit Purwanto mengatakan, pengangkatan pegawai honorer sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sebab, dalam Peraturan Pemerintah No 48/2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS telah mengatur pengangkatan tersebut.

“Tidak serta merta seluruh honorer K2 mendapatkan SK tersebut. Pasalnya, surat diberikan kepada honorer yang telah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan sejak awal,” kata dia kepada wartawan, Selasa (30/9/2013).

Dia menjelaskan, dalam PP tersebut, syarat untuk mendapatkan SK pengangkatan, pegawai mulai bekerja di jajaran Pemkab Gunungkidul sejak 2005 lalu. Persyaratan lainnya, pegawai yang diangkat maksimal berusia 46 tahun.

“Tak hanya itu, pegawai yang mendapatkan SK harus lulus tes yang telah dipersiapkan,” tuturnya.

Lebih jauh Sigit mengatkan, tes yang harus diikuti 76 tenaga honorer antara lain test kompetensi dasar (TKD) dan test kompetensi bidang (TKB).

Harapannya dengan tes tersebut, semua aparatur negara memiliki kompetensi, sehingga dapat bekerja dengan dengan maksimal, sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Meksi telah mendapatkan SK pengangkatan, tidak langsung diangkat menjadi PNS. Sebab, mereka harus melewati masa uji coba selama dua tahun. Kami juga tidak segan-segan memberhentikan mereka bila kedapatan memiliki kinerja buruk,” tegas Sigit.

Dia menambahkan, tenaga honorer yang mendapatkan SK pengangkatan terdiri dari beberapa golongan. Rinciannya, Golongan satu ada dua orang, Golongan dua terdapat 34 orang yang diangkat. Sementara, 40 orang lainnya merupakan penerima SK CPNS golongan tiga.

Berita ini bersumber dari Harian Jogja.

Honorer K2 tak Lulus Tes Tetap Meminta Diangkat Mulai Tahun ini

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Honorer kategori dua (K2) yang tergabung dalam Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I),tetap meminta diangkat mulai tahun ini. Alasannya, ada kesepakatan antara pemerintah dan Komisi II DPR RI untuk memulai proses penggantian honorer bodong dengan asli pada Oktober.

"Pernyataan Kepala BKN kalau honorer K2 yang tidak lulus tes tidak bisa diangkat karena tabrak aturan PP 56 Tahun 2012 sangat meresahkan honorer. Ini harus diluruskan karena sudah ada kesepakatan saat raker," kata Ketua FHK2I Titi Purwaningsih, Rabu (1/10).

Dia menambahkan, honorer K2 tidak menuntut diangkat semuanya tahun ini, tapi paling tidak dimulai Oktober. Apalagi anggaran untuk honorer K2 tahun anggaran 2013/2014 masih ada karena banyak yang bodong. "Kami tidak mau nunggu PP baru lagi karena prosesnya pasti panjang lagi. Kami maunya melekat di PP 56," tegasnya.

Kepala BKN Eko Sutrisno menegaskan, penyelesaian honorer K2 sudah sangat jelas aturannya yaitu PP 56 Tahun 2012. Salah satu poinnya menyebutkan bahwa yang diangkat CPNS adalah honorer K2 yang lulus tes. Kalau kemudian yang lulus tes ternyata bodong, akan dibatalkan kelulusannya dan tidak akan diterbitkan NIP-nya.

Berita ini bersumber dari JPNN.

439 Tenaga Honorer K2 Terima SK Pengangkatan CPNS

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa sebanyak 439 orang Tenaga Honorer Kategori II menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT), Selasa (30/9/2014).

Ratusan orang tersebut mengisi posisi tenaga profesional guru, tenaga kesehatan, pamong belajar, dan tenaga teknis administratif.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sleman, Iswoyo mengatakan, pihaknya mengusulkan 455 orang untuk penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) CPNS Tenaga Honorer K2 ke Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional 1 Jogja.

Sebanyak 230 orang merupakan usulan formasi tahun 2013, sedangkan 255 orang lainnya masuk usulan formasi tahun 2014.

SK Pengangkatan CPNS terhitung mulai 1 Juni 2014, sementara SPMT terhitung sejak 1 Oktober 2014. Berdasarkan hasil verifikasi terharap 455 orang, baru 439 orang yang ditetapkan NIP.

“Ada 16 orang yang masih dalam proses verifikasi dan menunggu kebijakan dari BKN,” kata Iswoyo.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan SK pengangkatan CPNS harus dijadikan tantangan baru untuk meningkatkan kualitas kinerja. “CPNS adalah proses yang harus dilalui sebelum menjadi PNS. Jangan sampai tidak jadi diangkat menjadi PNS karena melakukan kesalahan atau tindakan-tindakan indisipliner,” katanya mengingatkan.

Seluruh penerima SK pengangkatan CPNS dituntut menunjukkan komitmennya. “Menjadi PNS sudah merupakan pilihan anda. Anda harus konsekuen dengan pilihan tersebut,” ujar Sri Purnomo sebelum penyerahan secara simbolis di Pendapa Parasamnya Pemkab Sleman, Selasa pagi.

Sri Purnomo meminta para tenaga honorer K2 yang telah diangkat CPNS menunjukkan prestasi kerja yang jauh lebih baik.

“Jangan sampai kinerja dan kedisiplinan justru menurun setelah menjadi CPNS. Imbangilah penghargaan pemerintah dengan pengabdian yang tulus dan profesional,” katanya.

Berita ini bersumber dari Harian Jogja.

Selama belum ada PP baru, BKN tidak berani memproses honorer K2 yang tidak lulus tes

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa meski di kalangan honorer kategori dua (K2) sudah mengklaim penyelesaian tenaga yang tidak lulus tes akan dimulai sebelum masa pemerintahan SBY berakhir, namun prosesnya tidak semudah itu. Pasalnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai pelaksana teknis masih tetap berpegang pada koridor hukum yang ada.

"Proses penyelesaian honorer tertinggal masih berjalan terus. Pegangan kami tetap di PP 48 Tahun 2005 dan PP 56 Tahun 2012," kata Kepala BKN Eko Sutrisno yang ditemui di kantornya, Senin (30/9).

Menurutnya, aturan kedua PP tersebut menjadi pengikat bagi pemerintah dalam menyelesaikan honorer tertinggal khususnya kategori dua (K2). Di mana disebutkan dalam PP 56, yang diangkat CPNS adalah honorer K2 yang lulus tes.

"Kalau honorer K2 yang tidak lulus tes diangkat sama saja tabrak aturan dan itu termasuk tindakan pidana," tegasnya.

Lanjut Eko, posisi itu akan berubah bila ada PP baru sebagai pengganti PP 56/2012. Selama belum ada PP baru, BKN tidak berani memproses honorer K2 yang tidak lulus tes, sekalipun benar-benar mengabdi di bawah tahun 2005.

Berita ini bersumber dari JPNN.

Senin, 29 September 2014

UPDATE NIP SEMUA FORMASI BERDASARKAN SAPK BKN PER 30-09-2014

UPDATE NIP SEMUA FORMASI BERDASARKAN SAPK BKN PER 30-09-2014...

Sumber : Twitter BKN RI

Jumat, 26 September 2014

Forum Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) mengklaim perjuangannya sudah membawa hasil

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Forum Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) mengklaim perjuangannya sudah membawa hasil menyusul dengan adanya kesepakatan antara pemerintah dengan DPR RI dalam rapat kerja Rabu (24/9) malam.


"Alhamdulillah perjuangan kami ada hasilnya. Pak MenPAN-RB di hadapan Komisi II sudah berjanji akan menyelesaikan masalah honorer K2. Bahkan ini masuk dalam kesimpulan rapat," kata Ketum FHK2I Titi Purwaningsih kepada media JPNN, Kamis (25/9).

Dia menyebutkan, MenPAN-RB Azwar Abubakar sudah berjanji menyelesaikan honorer K2 secara bertahap. Honorer K2 yang lulus tapi bodong akan digantikan posisinya oleh honorer tidak lulus tes tapi asli. "Kami tidak menuntut diangkat tahun ini semuanya, yang penting diangkat CPNS," tegasnya.

Sementara Karo Hukum Komunikasi Informasi Publik (HKIP) KemenPAN-RB Herman Suryatman mengatakan, penyelesaian honorer K2 akan dilakukan bertahap. Yang akan diproses hanya honorer asli (memenuhi persyaratan PP 48 Tahun 2005 dan PP 56 Tahun 2012).

"Tidak mungkin diangkat semuanya, kan kita belum tahu apakah honorer K2 yang tidak lulus tes itu asli atau bodong. Itu sebabnya akan ketahuan dari hasil verifikasi dan validasi," tandasnya. 

Berita ini bersumber dari JPNN.

Rabu, 24 September 2014

SELEKSI PENERIMAAN CPNS TAHUN 2014 Formasi PNS PUTRA-PUTRI LULUSAN TERBAIK/DENGAN PUJIAN Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2014

PENGUMUMAN
NOMOR :  
106806/A4/KP/2014
TENTANG
SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
TAHUN 2014
Formasi PNS
PUTRA-PUTRI 
LULUSAN TERBAIK/DENGAN PUJIAN
Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2014

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia  untuk  menjadi  Calon  Pegawai  Negeri  Sipil (CPNS) bagi  Lulusan dengan predikat Cum Laude/Summa Cum Laude dari Lembaga Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dengan ketentuan sebagai berikut.

Pemerintah menjanjikan bahwa nasib honorer K2 asli namun tidak lulus tes akan diselesaikan sebelum pergantian pemerintahan

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa ada kabar baik bagi para honorer kategori dua (K2) yang gagal tes. Pasalnya, pemerintah menjanjikan bahwa nasib para honorer K2 asli namun tidak lulus tes itu akan diselesaikan sebelum pergantian pemerintahan.


"Kami benar-benar gembira karena sudah ada titik terang penyelesaian honorer K2 ini," kata Ketua I Forum Honorer K2 (FHK2I) Nunik Nugroho kepada JPNN di Jakarta, Rabu (24/9).

Menurut Nunik, pemerintah sudah mengutarakan niat baiknya kepada FHK2I. Bahkan, masalah honorer K2 ini akan diselesaikan sebelum masa tugas MenPAN-RB Azwar Abubakar berakhir.

"Pak menteri hanya berpesan agar data base honorer K2 asli harus benar-benar valid dan sudah clear. Artinya yang akan menggantikan kuota honorer bodong hanya honorer K2 yang tidak lulus tes tapi asli," terangnya.

Ditambahkan Ketua FHK2I Titi Purwaningsih, jumlah honorer K2 yang lulus tapi bodong sangat banyak.

Indikasinya, banyak honorer K2 yang lulus tes belum mendapatkan NIP karena kepala daerahnya menolak menandatangani surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM).

Berita ini bersumber dari JPNN.

Selasa, 23 September 2014

FHK2I menolak kebijakan penyelesaian yang diambil pemerintah berupa pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa Honorer kategori dua (K2) yang tidak lulus tes mendesak pemerintah menyelesaikan pergantian tenaga bodong dengan asli. Bagi mereka PNS merupakan harga mati.

"Permintaan kami seluruh honorer K2 yang tidak lulus tes diangkat CPNS. PNS harga mati bagi kami," kata Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih didampingi Ketua I Nunik Nugroho dan Sekjen Deni Agung Setiawan, Rabu (24/9).

FHK2I, lanjutnya, menolak kebijakan penyelesaian yang diambil pemerintah berupa pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). "Bukan PPPK yang kami minta tapi PNS."

Ditambahkan Nunik, pihaknya tidak menuntut untuk dituntaskan seluruhnya tahun ini tapi bertahap, mulai 2014 dan selambat-lambatnya pada 2016.

"Dalam penyelesaian honorer K2, FHK2I meminta kepada pemerintah menuntaskannya 100 persen tanpa ada yang tercecer atau tertinggal. Selain itu masalahnya dituntaskan sebelum masa jabatan Kabinet Indonesia Bersatu II berakhir," pungkas Titi.

Berita ini bersumber JPNN.

Kawal Janji MenPAN-RB, Ratusan Honorer K2 Bertahan di DPR

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa ratusan honorer kategori dua (K2) memilih bertahan di gedung DPR RI. Mereka bertekad mengawal janji Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar untuk menyelesaikan honorer K2.

"Ada ratusan honorer K2 yang saat ini bertahan di DPR. Kami ingin mendengarkan komitmen pak menteri di hadapan anggota Komisi II DPR RI dalam menuntaskan masalah honorer K2," kata Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih kepada JPNN.com, Rabu (24/9).

FHK2I lanjutnya, masih berpikir positif kepada MenPAN-RB akan menepati janjinya. Karena itu honorer K2 masih menaruh harapan besar.

"Kami akan melihat niat baik pak menteri ke honorer K2. Tapi kami yakin pak menteri tidak akan lupa janjinya. Paling tidak ini akan menjadi hadiah terbesar bagi kami honorer K2 murni," tandasnya.

Berita ini bersumber dari JPNN.